Launching Kotak Literasi Cerdas (KOLECER) di Gazebo Taman Kota Tasikmalaya

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Gema Mitra – Kota Tasik
Sebuah lagu berjudul “Selamat pagi” yang dinyanyikan oleh grup musik anak dari Mata Rumpaka membuka Acara Launching Kolecer (Kotak Literasi Cerdas) yang merupakan salah satu program dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

Acara dihadiri oleh Staff Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tasikmalaya, Paguyuban Duta Perpustakaan Jawa Barat, Penggiat Literasi, TBM/Komunitas Literasi, FTBM Kota Tasikmalaya dan Masyarakat umum pengunjung Taman Kota Tasikmalaya.

Dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Elis selaku Sekdis Dispusipda Kota Tasikmalaya dan Bapak Adi selaku Kasi Pembinaan Dispusipda kota tasikmalaya yang juga sekaligus meresmikan kolecer. Beliau juga mendonasikan bukunya dikolecer untuk menambah bahan bacaan bagi masyarakat.

Ada juga penampilan tarian tradisional dari anak-anak Lembah Pustaka yang menjadi pengiring menuju sesi talkshow diskusi literasi yang di moderatori oleh Inggri Dwi rahesi (Duta Perpustakaan Jabar 2018). Sedang untuk pemateri adalah Mufidz At Thariq penggiat literasi yang juga seorang penulis dari langgam pustaka, Wanti Susilawati penggiat literasi Panglima Tali Integritas dan Sinta Dewi Vaira pengelola Kolecer yang juga penggiat literasi.

Dalam talkshow tersebut dibahas perihal minat baca masayarakat yang digadang-gadang sangat rendah namun nyatanya keberadaan Kolecer di Gazebo Taman Kota Tasikmalaya yang telah seminggu ini memenuhi minat baca masyarakat ini sama sekali tidak menunjukan rendahnya minat baca. Selama ini masyarakat enggan membaca sebab kurangnya fasilitas berupa buku bacaan yang dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat. “Pemenuhan bahan bacaan untuk masyarakat masih bersinggungan dengan kebutuhan sehari-hari” tutur sinta dewi vaira selaku pengelola Kolecer.

Adanya kolecer dan sekitar 38 taman Bacaan Masyarakat/komunitas Literasi (menurut data dari FTBM kota tasikmalaya) di Kota tasikmalaya ini menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan bahan bacaan. “Membaca sangatlah penting karenanya dari aktivitas membaca ini dapat meluruskan etika pembaca, membuat bahagia juga menambah wawasan dan memperluas pemikiran”. Simpul sang moderator.

Dalam talkshow tentunya selalu ada sesi tanya-jawab. Widya dari Konde sartika menanyakan perihal kiat-kiat agar bisa melawan mood yang kadang naik turun dalam membaca. Dilanjut pertanyaan dari penggiat literasi lainnya dari Taman bersama yang bertanya perihal cara meningkatkan minat baca pada anak-anak usia dini. Pertanyaan ketiga datang dari Penggiat Literasi lainnya yang menanyakan kesiapan tentang tetap konsistensi dalam gerakan literasi di Kota Tasikmalaya setelah selesainya launching ini.

Ketiga pemateri mempunyai jawaban yang selaras. “Untuk mengatasi mood yang naik nurun kita harus mengeksplor diri untuk memperbanyak bertemu dengan orang-orang yang minat bacanya tinggi, berdiskusi, dan aktif dalam kegiatan-kegiatan literasi. Bisa ikut serta dalam kegiatan anak-anak yang dilakukan salah satu TBM/Komunitas sebagai upaya untuk memantik masyarakat pada minta membaca. Dan ketika semua bersinergi para penggiat literasi Kota tasikmalaya siap untuk tetap konsisten dalam gerakan literasi untuk Tasikmalaya Cerdas Membaca” simpul moderator diakhir sesi pertanyaan pertama.

Diskusi yang sangat asik ini berlangsung hingga menjelang waktu dzuhur. Ditutup dengan pembacaan puisi oleh anak-anak dari Mata Rumpaka dan sebuah lagu penutup penuh harapan berjudul Demi Cita-cita yang merupakan ciptaan dari Vudu Abdul Rahman selaku ketua dari Mata Rumpaka.

Oleh : Wanti Susilawati (Relawan Mata Rumpaka)

Leave a Reply