Menembus Batas Ruang Kelas: Disdik Kota Tasikmalaya Ajak Mahasiswa PGSD Tak Ragu Dobrak Era Disrupsi

Penyerahan sertifikat pada FGD Edu Insight “Beyond the Classroom” di UPI Kampus Tasikmalaya, Minggu (17/5/2026). Disdik Kota Tasikmalaya mendorong mahasiswa PGSD berani menghadapi era disrupsi dengan mindset bertumbuh, kreativitas, dan jejaring yang luas.
Penyerahan sertifikat pada FGD Edu Insight “Beyond the Classroom” di UPI Kampus Tasikmalaya, Minggu (17/5/2026). Disdik Kota Tasikmalaya mendorong mahasiswa PGSD berani menghadapi era disrupsi dengan mindset bertumbuh, kreativitas, dan jejaring yang luas.

Tasikmalaya – Gemamitra.com | Masa depan dunia pendidikan tidak lagi sekadar tentang papan tulis dan ruang kelas yang kaku. Semangat transformatif inilah yang mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) Edu Insight bertajuk “Beyond the Classroom: Menjelajahi Karier Lulusan PGSD di Era Disrupsi”, yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Himpunan Mahasiswa PGSD UPI Kampus Tasikmalaya, Minggu (17/5/2026).

Acara yang dihelat di Aula UPI Kampus Tasikmalaya ini mendadak riuh, dihadiri oleh ratusan mahasiswa PGSD lintas kampus dari penjuru Kota Tasikmalaya yang antusias menatap arah baru profesi mereka.

Bacaan Lainnya

Ketua BE HMPGSD UPI Kampus Tasikmalaya, Sidqi, mengungkapkan bahwa agenda ini sengaja dirancang sebagai kompas bagi para calon pendidik. “Kami mengundang Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya sebagai narasumber utama untuk membedah arah kebijakan, sekaligus menghadirkan dua alumni PGSD UPI guna membagikan rekam jejak pengalaman mereka di industri,” tuturnya.

Hadir sebagai representasi resmi dinas, Kepala Seksi Pembinaan GTK Disdik Kota Tasikmalaya, Kendra Rodiyansah, S.Pd., M.M., memetakan pandangan yang mencerahkan di hadapan ratusan pasang mata mahasiswa. Tidak hanya mengupas tuntas aspek regulasi seperti empat kompetensi guru profesional dan mekanisme Pendidikan Profesi Guru (PPG), Kendra justru membakar semangat peserta dengan menekankan pentingnya growth mindset (pola pikir bertumbuh).

“Kami sangat mengapresiasi kreativitas adik-adik mahasiswa. Kampus harus hidup sebagai laboratorium kreasi. Masa-masa kuliah ini adalah momentum emas yang tidak akan terulang, manfaatkanlah secara optimal untuk membangun jejaring (networking),” ujar Kendra hangat.

Lebih jauh, Kendra memotivasi para mahasiswa untuk tidak mengurung potensi diri dalam satu pilihan kaku. Di era disrupsi, kompetensi seorang sarjana pendidikan dasar harus melenting lebih jauh.

“Tanamkan pola pikir bertumbuh sejak dini. Paradigma lama yang menganggap lulusan PGSD hanya bisa berakhir di depan kelas harus kita perluas. Dengan modal skill adaptif dan jejaring yang luas, kalian bisa melangkah menjadi birokrat, kreator konten edukasi, pemilik kursus digital, hingga konsultan pendidikan. Peluang itu membentang sangat luas, asalkan mulai hari ini kalian berani mengenali potensi diri dan terus menaikkan kelas kemampuan kalian,” pungkas Kendra penuh optimisme.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *