Tasikmalaya – Gemamitra.com | Semangat juang para atlet pencak silat pelajar Kota Tasikmalaya terus membara menjelang ajang Popwilda (Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah) Jawa Barat. Meski persiapan berlangsung dalam waktu singkat, para atlet tetap menjalani latihan intensif demi membawa nama harum daerah di tingkat provinsi.
Pelatih Kepala IPSI Kota Tasikmalaya, Farid Hermawan mengatakan, kegiatan yang digelar tersebut merupakan proses seleksi pembentukan tim pencak silat Kota Tasikmalaya untuk menghadapi Popwilda.
Menurutnya, Popwilda menjadi ajang penting bagi atlet pelajar karena merupakan kompetisi olahraga berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional. “Popwilda ini ajang prestasi tahunan pelajar yang berjenjang dari kabupaten/kota, provinsi sampai nasional. Jadi kami ingin adik-adik pelajar punya wadah pembinaan selain O2SN,” ujarnya.
Farid menjelaskan, Kota Tasikmalaya tergabung di Wilayah 4 Jawa Barat bersama Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Banjar, dan Ciamis. Nantinya para juara di tingkat wilayah akan melaju ke Popda tingkat provinsi.
Dalam seleksi tersebut, sekitar 58 atlet dari 15 perguruan pencak silat turut ambil bagian mewakili sekolah masing-masing. Namun, seleksi kali ini hanya mempertandingkan dua kategori, yakni jurus tunggal dan tanding. “Kita hanya menyeleksi kategori tunggal dan tanding. Untuk ganda dan regu belum bisa diikutsertakan karena keterbatasan tenaga,” jelasnya.
Ia menegaskan, proses seleksi dilakukan secara terbuka dan transparan agar seluruh perguruan memiliki kesempatan yang sama mengirimkan atlet terbaiknya. “Seleksi ini bentuk transparansi supaya fair. Jadi tidak ada anggapan atlet dicomot begitu saja. Semua berdasarkan hasil pembinaan dan prestasi masing-masing perguruan,” katanya.
Pada Popwilda tahun sebelumnya, IPSI Kota Tasikmalaya berhasil meloloskan enam atlet ke ajang Popda. Tahun ini, pihaknya menargetkan sedikitnya tujuh atlet mampu menembus tingkat provinsi.
Di sisi lain, Farid juga menyoroti minimnya dukungan anggaran terhadap pembinaan olahraga pelajar, khususnya cabang pencak silat. Ia berharap pemerintah lebih peduli terhadap perjuangan para atlet yang berjuang membawa nama baik daerah. “Pencak silat ini olahraga keras, risikonya cedera cukup besar. Anak-anak sudah berjuang demi nama daerah, jadi kami berharap pemerintah lebih memperhatikan seluruh cabang olahraga yang berlaga di Popwilda,” tegasnya.
Sementara itu, Perisai Diri sekaligus IPSI Kota Tasikmalaya, Fathia Febriani Dwi Tamimoya mengungkapkan, persiapan menuju Popwilda kali ini berlangsung cukup padat karena jadwal pelaksanaan yang mendadak. “Persiapannya memang sangat mepet. Dalam satu hari anak-anak bisa latihan sampai tiga kali. Kita padatkan latihan fisik, teknik, taktik, sampai menjaga kesehatan atlet agar siap menjadi juara,” ungkapnya.
Menurut Fathia, kondisi tersebut menuntut para atlet untuk lebih disiplin dan memiliki mental kuat selama menjalani latihan. Selain kemampuan bertanding, kondisi kesehatan atlet juga menjadi perhatian utama agar tetap prima saat bertanding.
Ia berharap ke depan atlet Perisai Diri maupun IPSI Kota Tasikmalaya semakin berkembang dan mampu mempertahankan prestasi terbaik. “Harapannya atlet IPSI Kota Tasikmalaya bisa lebih maju lagi dan tetap menjadi yang terbaik. Anak-anak juga harus lebih rajin latihan, semangat, menjaga kesehatan, dan tentunya membutuhkan dukungan dari orang tua di rumah,” tandasnya. (Pakesit)**


















