Tasikmalaya – Gemamitra.com | Pemilihan Ketua Rukun Warga (RW) 10 Kampung Babakan Cikiara, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, berlangsung demokratis, tertib, dan partisipatif. Kegiatan ini mengusung tema “Pakena Gawe Rahayu, Pakeun Heubeul Jaya di Buana”.
Seluruh tahapan pemilihan diawali dengan pembentukan panitia yang melibatkan perwakilan dari masing-masing Rukun Tetangga (RT) di wilayah RW 10. RW 10 yang terdiri dari empat RT membentuk panitia pemilihan sebanyak sembilan orang, dengan dukungan empat personel Perlindungan Masyarakat (Linmas) guna memastikan keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Proses penjaringan calon Ketua RW dilakukan melalui musyawarah di tingkat RT. Setiap RT mengusulkan kandidatnya sehingga tidak terdapat calon perseorangan. Dari hasil penjaringan tersebut, terpilih dua kandidat, yakni Elan Charlan selaku petahana dan Taryo, warga RT 04 RW 10.
Pemungutan suara dilaksanakan pada 28 Desember 2025. Dari total 920 warga yang tercatat memiliki hak pilih, sebanyak 643 warga atau sekitar 65 persen menggunakan hak pilihnya. Tingkat partisipasi ini menunjukkan antusiasme warga yang cukup tinggi dalam menentukan kepemimpinan di lingkungan mereka.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, Elan Charlan memperoleh 338 suara, sementara Taryo meraih 280 suara, dan sebanyak 25 suara dinyatakan tidak sah. Dengan demikian, Elan Charlan kembali terpilih sebagai Ketua RW 10 dengan selisih 58 suara.
Perwakilan panitia pemilihan, Ade Candra atau yang akrab disapa Kang Candra, menuturkan bahwa pelantikan Ketua RW terpilih dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari 2026, setelah masa bakti Ketua RW sebelumnya resmi berakhir pada 11 Januari 2026.
Acara pelantikan dihadiri oleh unsur Muspika dan tokoh masyarakat, di antaranya Camat dan Lurah setempat, Anggota DPRD Kota Tasikmalaya H. Andi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan LPM, Karang Taruna, BKM, MUI, dan DMI.
Kegiatan pelantikan turut dimeriahkan dengan penampilan kesenian lokal Putra Ambar yang menyuguhkan seni tradisional calung dan degung. Penampilan tersebut menjadi wujud pelestarian budaya lokal sekaligus penggalian potensi generasi muda di wilayah Ampera Barat (Ambar) yang dikenal sebagai gudang seniman tradisional.
Kang Candra yang juga merupakan seniman setempat berharap RW 10 ke depan dapat menjadi wilayah yang semakin maju, kondusif, dan “istimewa”, sejalan dengan filosofi angka sepuluh. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Ketua RW terpilih dan seluruh lapisan masyarakat dalam membangun lingkungan yang harmonis dan berdaya.
Sementara itu, Ketua RW 10 terpilih, Elan Charlan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh warga. Ia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Camat, Anggota DPRD, hingga Lurah setempat yang turut mengawal jalannya proses demokrasi.
Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Elan Charlan menegaskan akan fokus pada pembenahan internal kepengurusan RW. “Langkah awal saya adalah membenahi kepengurusan dari awal agar solid dan siap menjalankan program,” ujarnya.
Ia juga berkomitmen untuk merangkul serta menyukseskan seluruh program kerja lembaga kemasyarakatan di lingkungan RW 10, seperti Karang Taruna, PKK, Posyandu, kader kesehatan, dan lembaga kemasyarakatan lainnya. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan warga, RW 10 diharapkan terus berkembang serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (Pakesit)***


















