Tasikmalaya – Gemamitra.com | Pondok Pesantren Terpadu Al Hafid menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan penuh suka cita. Kegiatan yang melibatkan siswa dari jenjang PAUD, SMP, hingga SMA tersebut berlangsung meriah dan sarat makna kebersamaan.
Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah lomba nasi liwet antar kelas. Para santri tampak antusias mengikuti perlombaan tersebut sebagai bentuk ekspresi kebahagiaan dalam menyambut bulan suci. Tradisi ini rutin digelar setiap menjelang Ramadan sebagai upaya mempererat ukhuwah serta menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan pesantren.
Suasana semakin semarak ketika para santri meneriakkan yel-yel khas pesantren. Dengan kompak mereka berseru, “Ngaji kudu, berjamaah tong kaliwat, dahar komo deui,” yang mengandung pesan agar senantiasa mengaji, tidak meninggalkan salat berjamaah, dan tetap menjaga semangat kebersamaan, termasuk dalam kebersamaan saat makan.
Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Hafid, Ustad Irfan Rahmat Safa’at, memimpin doa bersama dalam rangkaian kegiatan tersebut. Doa dipanjatkan agar seluruh santri senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keistiqamahan dalam menjalankan ibadah selama Ramadan.
Ketua Yayasan, Ustaz Asep Badru Zaman, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa datangnya bulan suci harus disambut dengan rasa bahagia, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ia menyebut tradisi “munggah” atau “mungghahan” sebagai wujud kegembiraan dalam menyambut Ramadan.
“Dengan cara seperti ini, semoga menjadi motivasi bagi para santri. Ramadan harus disambut dengan bahagia, sekaligus meningkatkan kualitas ibadah harian, mulai dari sahur, menambah hafalan, memperbanyak qiyamul lail, hingga tetap semangat dalam kegiatan pembelajaran yang akan semakin padat,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Pendidikan bagian kurikulum, Ust. Khoirul Ibni, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan Ramadan di pesantren tetap mengacu pada arahan pemerintah. Namun demikian, aktivitas keagamaan akan lebih dioptimalkan.
“Tidak ada libur selama Ramadan. Justru target hafalan akan ditingkatkan. Kegiatan dari pagi hingga malam tetap berjalan penuh, termasuk tadarus Al-Qur’an, kuliah subuh, kajian kitab kuning, hingga berbagi takjil bersama,” ungkapnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pondok Pesantren Terpadu Al Hafid berharap momentum Ramadan menjadi sarana pembinaan spiritual sekaligus penguatan karakter bagi seluruh santri. (Pakesit)**


















