Tasikmalaya – Gemamitra.com | Upaya penguatan literasi kesehatan di kalangan pelajar terus digencarkan. Kali ini, Puskesmas Sodonghilir menyasar lingkungan pesantren melalui kegiatan sosialisasi kesehatan di Pondok Pesantren Terpadu Miftahul Hidayah Al Hafid, Bojongsari.
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan siswa tingkat SMP dan SMA, masing-masing sebanyak 30 orang dari setiap satuan pendidikan. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian materi yang disampaikan, mulai dari pola hidup bersih dan sehat (PHBS), pencegahan bullying, hingga edukasi kesehatan reproduksi.
Perwakilan Puskesmas Sodonghilir, dr. Febri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang menjadi bagian dari tanggung jawab pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
“Kegiatan ini sudah menjadi kewajiban kami dalam memberikan edukasi kepada siswa. Materi yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari, seperti PHBS, anak anti-bullying, hingga reproduksi remaja, termasuk P3LP atau pertolongan pertama pada luka psikologis,” ujarnya.
Ia berharap, melalui sosialisasi ini, para siswa dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik maupun mental, serta mampu menghindari berbagai risiko yang tidak diharapkan.
“Semoga program ini memberikan manfaat nyata bagi siswa di Al Hafid, baik tingkat SMP maupun SMA, sehingga mereka bisa lebih siap menghadapi tantangan di usia remaja,” tambahnya.
Sementara itu, Udtaz Asep Badru Zaman, S.Pd., M.Pd, Ketua Yayasan Miftahul Hidayah Al Hafid menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya yang diwakili oleh Puskesmas Sodonghilir atas kepedulian terhadap lembaga pendidikan yang dipimpinnya.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga menjadi amal kebaikan bagi semua pihak dan memberikan dampak positif bagi para siswa. Nikmat sehat seringkali terlupakan untuk disyukuri, dan hari ini diingatkan kembali oleh teman-teman dari puskesmas,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sadar akan pentingnya kesehatan jasmani dan rohani di tengah dinamika kehidupan remaja.**


















