Tasikmalaya – Gemamitra.com | Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti halaman SMP Terpadu Al Hafid saat sekolah tersebut menggelar acara kelulusan siswa kelas IX, Selasa (2/6/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari itu menjadi momentum penting bagi para siswa yang telah menuntaskan pendidikan di tingkat menengah pertama.
Acara kelulusan dihadiri Ketua Yayasan Miftahul Hidayah Al Hafid, pengasuh pondok pesantren, kepala sekolah, para wakil kepala sekolah, dewan guru, dan para murid. Kehadiran seluruh unsur sekolah menambah kekhidmatan suasana dalam momen pelepasan tersebut.
Tahun ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMP Terpadu Al Hafid karena berhasil meluluskan 48 siswa pada angkatan kedua. Seluruh siswa dinyatakan lulus secara akademik dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Meski demikian, rangkaian pendidikan mereka belum sepenuhnya berakhir. Para lulusan masih akan mengikuti Wisuda Tahfidz Al-Qur’an dan Muttun yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juni 2026 mendatang.
Ketua Yayasan Miftahul Hidayah Al Hafid, Ustaz Asep Badru Zaman, S.Pd., M.Pd, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian para siswa angkatan kedua tersebut.
Menurutnya, indikator kelulusan di SMP Terpadu Al Hafid tidak hanya diukur dari keberhasilan dalam mata pelajaran umum, tetapi juga dari pencapaian target pendidikan keagamaan yang telah ditetapkan sekolah.
“Indikator kelulusan bukan hanya mata pelajaran umum, tetapi juga harus menyelesaikan Hadits Arba’in dan hafalan Juz 30. Ini menjadi bagian penting dari karakter pendidikan yang kami bangun,” ujarnya.
Ia berharap para lulusan dapat menjadi generasi yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual dan nilai akademik semata, melainkan juga dari karakter dan adab yang dimiliki.
“Semoga anak-anak menjadi pribadi yang berguna bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Hasil belajar bukan hanya diukur secara intelektual dan nilai angka semata, tetapi yang lebih penting adalah karakter atau adab,” katanya.
Dalam pesannya kepada para lulusan, Asep juga mengingatkan agar ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadilah manusia yang berilmu dan beramal. Ilmu yang sudah diajarkan, walaupun sedikit, harus menjadi penerang dalam hidup kalian. Kalian adalah lulusan terbaik di mata kami karena telah mampu menyelesaikan target tahfidz, baik Al-Qur’an maupun kitab. Jangan cepat puas, teruslah belajar dan lanjutkan perjuangan di jenjang berikutnya,” pesannya.
Acara kelulusan berlangsung sederhana namun sarat makna. Selain menjadi ajang syukur atas keberhasilan siswa menyelesaikan pendidikan, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa perjalanan menuntut ilmu masih panjang dan harus terus dilanjutkan dengan semangat, akhlak mulia, serta komitmen untuk mengamalkan ilmu dalam kehidupan. (Pakesit)**


















