Ku Du’a Ngajait Cita, Ku Harepan Nyorang Jaga Prosesi Kelulusan Bernuansa Sunda di SDN 2 Sukamaju

Tasikmalaya – Gemamitra.com | Kelulusan menjadi salah satu momen paling berkesan bagi peserta didik setelah menempuh pendidikan selama enam tahun di bangku sekolah dasar. Namun, bagi SDN 2 Sukamaju, kelulusan tidak sekadar menjadi seremoni pelepasan siswa, melainkan momentum untuk menanamkan nilai karakter, memperkuat ikatan keluarga, dan melestarikan budaya lokal.

Hal itu terlihat dalam prosesi kelulusan siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung di halaman sekolah pada 2 Juni 2026.

Bacaan Lainnya

Dengan mengusung tema “Ku Du’a Ngajait Cita, Ku Harepan Nyorang Jaga”, yang bermakna “Dengan doa merajut cita, dengan harapan menembus masa depan.”

Sejak pagi, rangkaian kegiatan telah dimulai dari rumah masing-masing siswa. Mereka melaksanakan salat dhuha dan membaca Surat Al-Waqi’ah, kemudian memohon restu kepada kedua orang tua sebelum berangkat ke sekolah. Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan kepada orang tua yang selama ini mendampingi perjalanan pendidikan anak-anak mereka.

Setibanya di sekolah, para orang tua disambut alunan musik degung yang dimainkan para guru SDN 2 Sukamaju. Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Payung yang dibawakan oleh siswa kelas bawah.

Nuansa budaya Sunda begitu terasa di seluruh area sekolah. Dekorasi sederhana namun artistik memanfaatkan samping khas Sunda, payung geulis, serta berbagai ornamen budaya Priangan yang memperkuat identitas lokal dalam kegiatan tersebut.

Menariknya, seluruh rangkaian acara dipandu menggunakan tiga bahasa, yakni Bahasa Sunda, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Langkah ini menjadi simbol komitmen sekolah dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan global.

Puncak acara ditandai dengan pengumuman kelulusan yang dikemas secara berbeda. Setiap siswa menerima amplop berisi hasil kelulusan yang dibuka bersama orang tua masing-masing. Suasana haru dan penuh syukur mewarnai momen tersebut.

Sebanyak 62 siswa kelas VI dinyatakan lulus 100 persen.

Usai pengumuman, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan merpati dan balon harapan. Sebelumnya, para siswa menuliskan cita-cita serta harapan mereka untuk masa depan. Puluhan balon putih dan emas kemudian diterbangkan ke langit sebagai simbol perjuangan meraih impian.

Beragam cita-cita tertulis dalam balon tersebut, mulai dari guru, dokter, polisi, TNI, atlet, pengusaha, desainer, hingga ustazah. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap mimpi harus diperjuangkan dengan kerja keras dan doa.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, siswa juga mengikuti kegiatan penanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) di lingkungan sekolah. Mereka menanam berbagai tanaman herbal seperti jahe merah, kunyit, lengkuas, kencur, lidah buaya, kemangi, hingga daun kelor.

Menurut pihak sekolah, kegiatan tersebut mengandung pesan bahwa setiap cita-cita membutuhkan proses, kesabaran, dan perawatan sebagaimana tanaman yang harus dirawat agar tumbuh dan memberi manfaat.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penampilan marching band SDN 2 Sukamaju yang memukau para hadirin. Penampilan yang energik dan penuh kekompakan itu menjadi penutup manis bagi perjalanan siswa kelas VI sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Penampilan marching band SDN 2 Sukamaju memukau para hadirin dalam prosesi kelulusan siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026. Selasa 2/6/2026
Penampilan marching band SDN 2 Sukamaju memukau para hadirin dalam prosesi kelulusan siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026. Selasa, 2/6/2026.

Ketua Komite SDN 2 Sukamaju, Herostian Juningsih, S.Pd., mengapresiasi konsep kelulusan yang selalu menghadirkan pengalaman berbeda setiap tahun.

“Tahun ini prosesi kelulusan dikemas dengan nuansa budaya Sunda yang sangat kental. Tahun sebelumnya melalui kegiatan camp kelulusan yang berfokus pada pembentukan karakter dan kemandirian. Meski konsepnya berbeda, tujuannya tetap sama, yaitu memberikan pengalaman yang bermakna bagi anak-anak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan guru SDN 2 Sukamaju, Maulida Mutiarani, S.Pd. Menurutnya, sekolah selalu berupaya menghadirkan kegiatan yang kreatif dan sarat nilai pendidikan.

“Kami ingin setiap kegiatan menjadi pengalaman belajar yang berkesan. Tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberi pelajaran hidup yang akan diingat anak-anak di masa depan,” katanya.

Sementara itu, Kepala SDN 2 Sukamaju, Budiman, M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang mampu membentuk karakter dan identitas peserta didik.

“Kelulusan bukan akhir perjalanan, melainkan awal bagi anak-anak untuk melangkah menuju masa depan dengan bekal nilai-nilai yang telah mereka peroleh selama di sekolah,” tuturnya.

Pengawas Bina SDN 2 Sukamaju, Wina Gunawati, S.Pd., turut mengapresiasi kegiatan yang memadukan pendidikan karakter dan pelestarian budaya Sunda.

“Saya merasa bangga melihat anak-anak terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang mencerminkan kecintaan terhadap budaya daerah. Ini membuktikan bahwa budaya Sunda masih hidup dan dapat diwariskan melalui pendidikan,”ungkapnya.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut juga mencerminkan nilai-nilai Panca Waluya yang menjadi fokus penguatan karakter di Jawa Barat, yakni Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer. Nilai-nilai tersebut hadir melalui pembiasaan spiritual, penghormatan kepada orang tua, kecintaan terhadap budaya lokal, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui konsep kelulusan yang sarat makna ini, SDN 2 Sukamaju tidak hanya melepas para lulusannya menuju jenjang pendidikan berikutnya, tetapi juga membekali mereka dengan nilai-nilai kehidupan yang diharapkan menjadi bekal dalam meraih masa depan.

Kontributor: Arin Yulistia, S.Pd.

Editor: Pakesit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *