Diky Chandra dan Habib Qasim Apresiasi Pencapaian Doktor Bode Riswandi

Suasana sidang terbuka Program Doktor (S3) Bode Riswandi yang dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra bersama Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Habib Qasim Nurwahab, serta sejumlah akademisi, tokoh masyarakat, dan tamu undangan. UPI Bandung Senin Senin (13/07/26). (Foto Dok Istimewa)
Suasana sidang terbuka Program Doktor (S3) Bode Riswandi yang dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra bersama Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Habib Qasim Nurwahab, serta sejumlah akademisi, tokoh masyarakat, dan tamu undangan. UPI Bandung Senin Senin (13/07/26). (Foto Dok Istimewa)

Bandung – Gemamitra.com | Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, bersama Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Habib Qasim Nurwahab, menghadiri ujian sidang terbuka Program Doktor (S3) yang dijalani budayawan dan akademisi, Dr. Bode Riswandi di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi atas kiprah Bode Riswandi dalam dunia pendidikan, seni, dan kebudayaan, Senin (13/07/26).

Sidang terbuka tersebut juga dihadiri Rektor Universitas Siliwangi beserta jajaran civitas akademika dan sejumlah tamu undangan dari berbagai kalangan. Momen akademik itu berlangsung khidmat sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara insan pendidikan, pemerintah, dan tokoh budaya di Kota Tasikmalaya.

Diky Chandra mengungkapkan, kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan atas undangan langsung dari Bode Riswandi. Menurutnya, sosok Bode merupakan aset berharga bagi Kota Tasikmalaya karena telah memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan seni, budaya, sastra, dan pendidikan.

“Beliau bukan hanya seorang akademisi, tetapi juga budayawan yang terus menginspirasi banyak orang. Prestasi akademik yang diraih hari ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Diky.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Habib Qasim Nurwahab, menilai pencapaian akademik hingga jenjang doktor merupakan bukti bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia maupun profesi. Menurutnya, keberhasilan tersebut patut diapresiasi karena mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia yang akan memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.

Ia berharap ilmu dan gagasan yang dihasilkan dari penelitian disertasi Bode Riswandi dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan dunia pendidikan, kebudayaan, serta menjadi referensi dalam penyusunan berbagai kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Momentum ujian sidang terbuka Program Doktor tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun Kota Tasikmalaya yang semakin maju melalui penguatan kualitas pendidikan, riset, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *