PC Fatayat NU Kota Tasikmalaya Sukses Gelar Edukasi Pranikah untuk 200 Generasi Muda

Tasikmalaya – Gemamitra.com | Upaya membangun ketahanan keluarga sebagai pondasi ketahanan bangsa terus dilakukan berbagai elemen masyarakat.

Salah satunya melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Edukasi Pranikah Menuju Ketahanan Keluarga dan Bangsa” yang diselenggarakan PC Fatayat NU Kota Tasikmalaya di Pondok Pesantren Nurul Iman, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Minggu 14 Juni 2026.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari pelajar, remaja, anggota Ikatan Remaja (IREMA), santri dan santriwati, mahasiswa, serta kader Fatayat NU. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan yang berlangsung interaktif dengan berbagai sesi diskusi dan tanya jawab.

Ketua PC Fatayat NU Kota Tasikmalaya, Nunun Nuraeni, M.Pd, mengatakan, penyelenggaraan FGD dilatarbelakangi oleh tingginya angka perceraian yang masih menjadi persoalan serius, termasuk di Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, banyak kasus perceraian berawal dari persoalan sederhana yang tidak terselesaikan akibat lemahnya komunikasi dalam keluarga.

Melalui edukasi pranikah ini, peserta dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan dasar dalam membangun rumah tangga, mulai dari ketahanan spiritual, emosional, dan finansial, hingga pemahaman tentang kesehatan reproduksi, pencegahan serta penanganan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan pola pengasuhan anak.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan wawasan generasi muda mengenai kehidupan berumah tangga, sehingga mampu membangun keluarga yang kuat, harmonis, dan maslahat. Harapannya, angka perceraian dapat ditekan dan ketahanan keluarga semakin meningkat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Maman Assalam, S.Th.I., M.Si. menegaskan pentingnya mewujudkan konsep Keluarga Maslahat yang menjadi salah satu gagasan penting Nahdlatul Ulama dalam membangun masyarakat yang kuat dan berdaya.

Menurutnya, keluarga maslahat merupakan keluarga yang sejahtera, bahagia, serta taat menjalankan nilai-nilai agama. Keberadaan keluarga seperti itu tidak hanya memberikan manfaat bagi anggota keluarga, tetapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Ketika sebuah keluarga mampu menjalankan nilai-nilai agama dengan baik, saling mendukung, serta hidup harmonis, maka kemaslahatannya akan dirasakan oleh masyarakat luas. Inilah esensi dari Keluarga Maslahat,” ungkapnya.

Sementara itu, pemateri dari Kementerian Agama Kota Tasikmalaya, Dr. H. Saripudin, selaku Kasi Bimas Islam, memberikan pemahaman terkait prosedur pernikahan yang benar sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan bahwa proses pernikahan sejatinya mudah dan tidak dipungut biaya apabila akad nikah dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) serta seluruh tahapan administrasi dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

“Menikah itu mudah dan gratis apabila akad dilaksanakan di KUA dan pendaftaran dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk melalui sistem layanan berbasis online,” jelasnya.

Selain menerima materi dari para narasumber, peserta juga aktif menyampaikan berbagai pertanyaan dan pengalaman yang berkaitan dengan kehidupan pranikah maupun rumah tangga. Beragam persoalan dibahas bersama untuk mencari alternatif solusi yang konstruktif dan aplikatif.

Menariknya, peserta yang mayoritas berasal dari kalangan pelajar, santri, mahasiswa, dan generasi Z mengangkat berbagai isu aktual, mulai dari strategi pengelolaan keuangan keluarga, menyikapi perjodohan secara bijak dan maslahat, hingga upaya pencegahan serta penanganan stunting dalam keluarga.

Diskusi yang berlangsung hangat dan dinamis tersebut memberikan wawasan baru bagi peserta sebagai bekal dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga di masa depan.

Sebagai tindak lanjut, peserta menyusun komitmen bersama agar berbagai gagasan dan solusi yang lahir dalam forum tidak berhenti sebatas diskusi, tetapi dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing.

Melalui kegiatan ini, PC Fatayat NU Kota Tasikmalaya berharap lahir generasi muda yang lebih siap memasuki jenjang pernikahan, memiliki pemahaman yang matang tentang kehidupan berkeluarga, serta mampu mewujudkan keluarga yang tangguh, harmonis, dan berkontribusi dalam memperkuat ketahanan bangsa. (Pakesit)**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *