Tasikmalaya, Gemamitra.com – Upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan pembelajaran terus dilakukan melalui penguatan kapasitas dan pemahaman terhadap pendekatan pembelajaran terbaru.
Salah satunya melalui Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang diikuti peserta Kelompok Kerja Guru (KKG) A.H. Nasution Mangkubumi.
Kegiatan yang dilaksanakan di SDN Mangkubumi Kota Tasikmalaya tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk memperdalam pemahaman sekaligus meningkatkan keterampilan dalam menerapkan Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Artifisial dalam proses pembelajaran di sekolah.
Pelatihan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan BBGTK Provinsi Jawa Barat. Peserta mendapatkan penguatan materi dari Neti Avita Nurekayanti, S.Pd.Gr., selaku fasilitator Kota Tasikmalaya, serta Any Suhaeny, M.Si. dari BBGTK Provinsi Jawa Barat.
Ketua Gugus A.H. Nasution, Yani Yuliani, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan guru dalam mengikuti perkembangan dunia pendidikan, khususnya dalam penerapan Pembelajaran Mendalam dan pemanfaatan Kecerdasan Artifisial.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru tidak hanya memahami konsep Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Artifisial, tetapi juga mampu menguasai dan menerapkannya dalam proses pembelajaran sehingga dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada peserta didik,” ujar Yani. Kamis, 13/08/2026.
Menurut Yani, peningkatan kompetensi guru perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pembelajaran di sekolah semakin adaptif terhadap perubahan dan kebutuhan peserta didik.
“Yang tidak kalah penting, setelah mengikuti pelatihan ini para guru dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan rekan-rekan di sekolah masing-masing. Dengan begitu, hasil kegiatan tidak berhenti pada peserta, tetapi bisa dikembangkan dan diimplementasikan secara bersama-sama,” harapnya.
Sementara itu, Ketua KKG A.H. Nasution, Aang Hasanudin, S.Pd., M.Pd., menuturkan bahwa kegiatan tersebut diarahkan agar peserta mampu memahami, terampil, dan menguasai penerapan PM dan KKA.
“Harapannya, pengetahuan dan kompetensi guru dalam pembelajaran semakin meningkat sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada peserta didik,” ujarnya.
Selain diterapkan di kelas masing-masing, hasil pelatihan juga diharapkan dapat ditularkan kepada rekan-rekan guru di sekolah masing-masing. Dengan demikian, pemahaman mengenai Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Artifisial tidak berhenti pada peserta pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi praktik bersama di lingkungan satuan pendidikan.
Pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya belajar guru yang adaptif, kolaboratif, kreatif, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif untuk mendukung proses pendidikan.
Melalui penguatan kompetensi tersebut, para guru KKG A.H. Nasution Mangkubumi diharapkan semakin siap menghadirkan pembelajaran yang bermakna, relevan, dan mampu mendorong peserta didik menjadi pembelajar yang kritis serta siap menghadapi tantangan masa depan. (Pakesit)**


















