PGM Indonesia Anugerahkan PGM Award 2026 kepada Kakanwil Kemenag Jabar Dudu Rohman

Bandung, Gemamitra.com Pengabdian yang konsisten dalam memajukan pendidikan madrasah kembali mendapat pengakuan. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, M.Si., menerima PGM Award 2026 Tingkat Nasional, sebuah penghargaan bergengsi dari Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia atas dedikasi, kepemimpinan, dan inovasinya dalam membangun ekosistem pendidikan madrasah yang lebih maju dan adaptif.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) PGM Indonesia Provinsi Jawa Barat, Asep Rizal Asy’ari, di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Senin (3/8/2026). Penyerahan dilakukan mewakili Ketua Umum Pimpinan Pusat PGM Indonesia setelah sebelumnya H. Dudu Rohman berhalangan hadir pada malam penganugerahan PGM Award 2026 di Bogor, 29 Juli 2026, karena mengikuti agenda bersama Presiden Republik Indonesia di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor.

Bacaan Lainnya

PGM Indonesia menilai kepemimpinan H. Dudu Rohman telah menghadirkan perubahan nyata bagi dunia pendidikan madrasah di Jawa Barat. Berbagai terobosan yang dilakukan tidak hanya memperkuat tata kelola kelembagaan, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan publik, kompetensi guru, hingga percepatan transformasi digital di lingkungan madrasah.

Salah satu inovasi yang mendapat apresiasi adalah hadirnya Layanan CINTA (Cepat, Inovatif, Nyaman, Transparan, dan Akuntabel). Program tersebut menjadi simbol perubahan pelayanan publik yang lebih modern, transparan, berbasis teknologi, dan mudah diakses masyarakat.

Di bawah kepemimpinannya, berbagai sistem digital terus dikembangkan untuk mendukung efektivitas pelayanan pendidikan. Penguatan kapasitas sumber daya manusia, budaya kerja profesional, serta orientasi pelayanan kepada masyarakat menjadi fondasi transformasi yang dirasakan langsung oleh guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat luas.

Tak hanya dikenal sebagai pemimpin yang inovatif, H. Dudu Rohman juga dinilai memiliki gaya kepemimpinan yang humanis. Ruang dialog dengan guru madrasah dan organisasi profesi terus dibuka sehingga tercipta kolaborasi yang harmonis dalam membangun pendidikan madrasah yang lebih berkualitas.

Ketua PW PGM Indonesia Jawa Barat, Asep Rizal Asy’ari, menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi personal, melainkan pengakuan atas kepemimpinan yang menghadirkan manfaat luas bagi dunia pendidikan.

“PGM Award ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen Bapak H. Dudu Rohman dalam memajukan pendidikan madrasah di Jawa Barat. Inovasi pelayanan, transformasi digital, penguatan tata kelola, hingga komunikasi yang harmonis dengan guru madrasah telah memberikan dampak positif yang nyata. Kami berharap sinergi antara PGM Indonesia dan Kementerian Agama terus diperkuat agar madrasah di Jawa Barat semakin maju, berkualitas, dan mampu melahirkan generasi terbaik bangsa,” ujar Asep.

Sementara itu, H. Dudu Rohman menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PGM Indonesia atas penghargaan ini. Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh keluarga besar Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat yang selama ini bekerja dengan penuh dedikasi melayani masyarakat. Kepercayaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat kemajuan pendidikan madrasah di Jawa Barat,” tuturnya.

Bagi PGM Indonesia, kemajuan madrasah tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci lahirnya pendidikan madrasah yang unggul dan berdaya saing.

Melalui PGM Award 2026, PGM Indonesia kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan peningkatan mutu pendidikan madrasah, penguatan profesionalisme guru, perlindungan profesi, serta peningkatan kesejahteraan guru madrasah di seluruh Indonesia.

Penghargaan ini bukan sekadar simbol apresiasi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang visioner, inovatif, dan dekat dengan para pendidik akan selalu melahirkan perubahan. Ketika pemerintah dan organisasi profesi berjalan beriringan, madrasah akan terus tumbuh sebagai pusat lahirnya generasi Indonesia yang berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *