Tasikmalaya, Gemamitra.com — Suasana khidmat, haru, dan penuh kekeluargaan menyelimuti kompleks Pondok Pesantren Ath-Thohariyyah Pusat Tasikmalaya yang berada di kawasan Cikadongdong, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (9/9/2026).
Ratusan orang yang terdiri dari santri, alumni, keluarga besar pesantren, serta masyarakat sekitar hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul Pertama almarhumah Hj. Masrifah binti Hj. Ai Thohariyyah, serta tasyakuran tujuh bulan kehamilan keluarga pengasuh pesantren.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB atau bertepatan dengan 26 Rabiul Awal 1448 Hijriah tersebut berlangsung penuh kekhidmatan. Kehadiran ratusan santri, alumni dan masyarakat sekitar semakin menambah semarak kegiatan sekaligus menunjukkan kuatnya ikatan silaturahmi antara Pondok Pesantren Ath-Thohariyyah dengan masyarakat.
Momentum tahun ini terasa begitu istimewa karena mempertemukan tiga agenda penting sekaligus, yakni Haul Pertama almarhumah Bunda Hj. Masrifah binti Hj. Ai Thohariyyah, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, serta tasyakuran tujuh bulan kehamilan salah satu anggota keluarga besar pengasuh pesantren.
Pelaksanaan haul pertama almarhumah yang bertepatan dengan penghujung bulan Rabiul Awal atau bulan Maulid menjadi pengingat bagi keluarga besar pesantren dan para jemaah atas keteladanan hidup almarhumah semasa hidupnya. Momen tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat kembali ukhuwah Islamiyah antara keluarga pesantren, santri, alumni dan masyarakat.
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan tahlil, doa bersama, istighosah, serta lantunan selawat Nabi Muhammad SAW yang dipimpin langsung oleh KH. Sofyan Tsauri Musaddad bersama para sesepuh pesantren. Suasana semakin haru ketika seluruh jemaah bersama-sama mendoakan almarhumah Hj. Masrifah agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Dalam sambutannya, perwakilan keluarga mengenang almarhumah Hj. Masrifah sebagai sosok perempuan yang memiliki ketulusan hati dalam mendampingi suami dan mendidik anak-anaknya. Beliau dikenal sebagai sosok yang dermawan, penyayang dan senantiasa memberikan teladan akhlakul karimah bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya.
Kepergian almarhumah setahun lalu meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga, santri, alumni dan masyarakat yang mengenalnya. Karena itu, pelaksanaan haul pertama menjadi momentum untuk mengenang kebaikan sekaligus meneruskan nilai-nilai keteladanan yang telah diwariskannya.
Para kiai dan sesepuh pesantren juga memberikan pencerahan kepada para jemaah agar senantiasa mengambil hikmah dari setiap peristiwa kehidupan. Momentum haul dan Maulid Nabi diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Di tengah suasana haru, kegiatan juga diisi dengan tasyakuran tujuh bulan kehamilan salah satu anggota keluarga pengasuh pesantren. Doa khusus dipanjatkan untuk kesehatan sang ibu dan calon buah hati agar senantiasa diberikan keselamatan, kelancaran dan keberkahan hingga proses persalinan.
Keluarga besar Pondok Pesantren Ath-Thohariyyah berharap keturunan almarhumah dan para kiai sepuh pesantren dapat menjadi generasi penerus perjuangan Islam yang amanah, saleh dan salihah serta mampu melanjutkan estafet dakwah di masa mendatang.
Kesuksesan kegiatan yang diikuti ratusan santri, alumni dan masyarakat sekitar tersebut tidak terlepas dari semangat gotong royong keluarga besar pesantren dan warga. Persiapan dilakukan melalui koordinasi antara pengurus pesantren, panitia, masyarakat sekitar serta para donatur yang turut memberikan dukungan.
Dukungan yang diberikan beragam, mulai dari bantuan material, konsumsi, logistik hingga tenaga yang dicurahkan secara sukarela demi kelancaran kegiatan. Hal tersebut menjadi gambaran kuatnya kebersamaan serta kecintaan masyarakat terhadap keberadaan Pondok Pesantren Ath-Thohariyyah.
Menjelang akhir acara, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para kiai dan sesepuh pesantren. Seluruh jemaah menengadahkan tangan, memohon kepada Allah SWT agar almarhumah Hj. Masrifah senantiasa mendapatkan tempat yang mulia di sisi-Nya, diampuni segala kekhilafannya serta dilimpahkan rahmat yang tiada terputus.
Kehadiran ratusan santri, alumni dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa Haul Pertama Hj. Masrifah dan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat silaturahmi, memperkuat ukhuwah dan meneruskan kebaikan yang telah diwariskan para pendahulu.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, keluarga besar Pondok Pesantren Ath-Thohariyyah berharap seluruh rangkaian kegiatan membawa keberkahan bagi pesantren, keluarga, santri, alumni dan masyarakat luas. (Jangmad)**


















