Jakarta, Gemamitra.com – Federasi Drone Indonesia (FDI) menggelar Kopi Darat (Kopdar) perdana di Eco Park Tebet, Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan berbagai komunitas drone sekaligus memperkuat budaya keselamatan terbang serta kepatuhan terhadap regulasi penerbangan di Indonesia.
Puluhan perwakilan komunitas drone dari wilayah Jabodetabek hadir dalam kegiatan tersebut. Kopdar juga mendapat dukungan dari Lanud Halim Perdanakusuma melalui kehadiran Kepala Subseksi Bina Potensi Dirgantara (Kasubsinatdirga) Dinas Teritorial Lanud Halim Perdanakusuma, Mayor Tek Jumadi, A.Md., yang memberikan edukasi mengenai pengelolaan ruang udara nasional dan aturan penggunaan drone sesuai ketentuan yang berlaku.
Kehadiran unsur TNI AU menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan pemahaman para operator drone terhadap aspek keselamatan penerbangan. Para peserta memperoleh pembekalan mengenai wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kawasan yang memiliki pembatasan penerbangan, hingga pentingnya menaati regulasi agar aktivitas penerbangan drone berlangsung aman dan bertanggung jawab.
Instruktur Drone Military, Aji Sopian, mengatakan Kopdar perdana FDI menjadi langkah awal membangun ekosistem drone yang lebih terorganisasi dengan merangkul komunitas, instansi pemerintah, maupun para profesional di bidang teknologi drone.
“Ini adalah Kopdar pertama dan menjadi awal penyusunan roadmap FDI di berbagai daerah. Visi kami adalah mewadahi komunitas drone sekaligus komunitas pemerintahan yang menggunakan drone, dengan fokus utama pada aspek keselamatan. Drone ibarat dua sisi mata pisau, dapat dimanfaatkan untuk hal positif maupun disalahgunakan, sehingga edukasi menjadi sangat penting,” ujarnya kepada awak media.
Menurut Aji, FDI akan mengembangkan program sosialisasi mengenai keselamatan penerbangan, regulasi, hingga peningkatan kompetensi operator drone di berbagai daerah.
Ia menegaskan, organisasi tersebut juga akan memperluas kolaborasi dengan berbagai instansi dan organisasi yang memanfaatkan teknologi drone agar tercipta standar penggunaan yang profesional.
“Ke depan kami akan bersilaturahmi dengan berbagai organisasi maupun instansi pengguna drone. Tujuannya adalah berbagi pengetahuan mengenai keselamatan, regulasi, dan penggunaan drone secara benar sehingga seluruh operator dapat terbang secara profesional, aman, dan memberi manfaat bagi Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, Aji berharap FDI mampu menjadi rumah besar bagi seluruh komunitas drone tanpa memandang latar belakang organisasi, daerah, maupun budaya.
Menurutnya, selain mempererat silaturahmi, FDI juga akan memberikan pendampingan kepada para operator drone terkait aspek hukum, termasuk edukasi mengenai penerbangan di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), batas ketinggian terbang, hingga sertifikasi pilot drone melalui lembaga yang terafiliasi dengan Kementerian Perhubungan.
Sementara itu, Ketua Umum FDI, Salim Dirgantara, menegaskan bahwa perkembangan teknologi drone harus diimbangi dengan meningkatnya kesadaran terhadap regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.
“Alhamdulillah teman-teman yang selama ini terus memperjuangkan perkembangan dunia drone dapat hadir. Saat ini regulasi sudah ada, sehingga seluruh pilot maupun operator drone harus mematuhinya. Semakin maju teknologinya, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk mengikuti aturan,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua Organisasi FDI Pusat, Fachry, menyebut FDI hadir sebagai rumah bersama bagi seluruh komunitas drone di Indonesia.
Menurutnya, organisasi tersebut akan terus memfasilitasi berbagai kebutuhan komunitas, mulai dari pengembangan kompetensi, kegiatan bersama, hingga membangun kemitraan strategis dengan berbagai instansi.
“FDI adalah rumah bagi seluruh komunitas drone. Kami memiliki banyak agenda ke depan, termasuk menjalin kerja sama dengan berbagai instansi, menggelar paguyuban dan Kopdar secara berkelanjutan, serta saling mendukung agar para pilot drone semakin profesional,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh komunitas dan operator drone di Indonesia untuk bergabung bersama FDI sebagai wadah kolaborasi dan peningkatan kapasitas.
Kopdar perdana tersebut diikuti sekitar 89 peserta yang berasal dari berbagai komunitas, di antaranya Geo Nusantara, Urban Konten Creator, Trotle Warrior (TW), Skygrapher, APDI, Ikatan Drone Indonesia, Batavia Drone, Denka, serta sejumlah komunitas drone lainnya di wilayah Jabodetabek. Kegiatan juga dihadiri para pilot drone independen serta perwakilan Lanud Halim Perdanakusuma, Mayor Tek Jumadi dan Lettu Tek Ilham.
Melalui Kopdar perdana ini, FDI menegaskan komitmennya membangun ekosistem drone nasional yang lebih profesional, aman, serta berlandaskan regulasi. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi tanpa awak, kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar pemanfaatan drone dapat terus berkembang sekaligus mendukung keselamatan ruang udara Indonesia. (Cepi Avey)**


















