Lhokseumawe, Gemamitra.com – Proyek peremajaan parit di sekitar kawasan Pasar Pagi Batuphat, Lhokseumawe, menuai sorotan setelah seorang mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal), Muhammad Raziq (24), mengalami kecelakaan akibat terjerat kabel WiFi yang berada di lokasi proyek.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 15 September 2026. Raziq mengalami luka cukup dalam pada bagian leher setelah terjerat kabel saat melintas di sekitar kawasan proyek. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Arun untuk mendapatkan penanganan medis.
Proyek peremajaan parit tersebut diketahui dikerjakan oleh kontraktor Takabeya.
Insiden itu mendapat perhatian dari mantan Ketua BEM Unimal periode 2025/2026, Muhammad Ilal Sinaga, S.Sos. Ia mendesak Kapolres Lhokseumawe untuk mengambil langkah tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek tersebut.
Menurut Ilal, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) seharusnya menjadi perhatian utama dalam setiap pengerjaan proyek, terlebih proyek yang berada di kawasan yang masih menjadi jalur aktivitas masyarakat.
“Tegas saya sampaikan bahwa nyawa sangat berharga. Kami mendesak Kapolres Lhokseumawe menindak tegas kontraktor proyek ini,” tegas Ilal.
Ia menyebut, Raziq merupakan salah satu bagian dari keluarga besar BEM Unimal saat dirinya masih menjabat sebagai ketua.
Karena itu, dirinya mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa Raziq. Terlebih, luka yang dialami korban berada di bagian leher yang merupakan salah satu bagian vital tubuh.
“Kami bersyukur Raziq tidak mengalami luka yang lebih parah, meskipun lukanya berada di bagian tubuh yang vital,” ujarnya.
Ilal menegaskan, kejadian tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Menurutnya, evaluasi terhadap aspek keselamatan di lokasi proyek harus dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan tidak sampai menimbulkan korban yang lebih serius.
“Raziq merupakan rekan saya ketika di BEM dahulu. Saya tidak tega melihat kondisinya. Sekali lagi saya tegaskan, proses hukum terhadap kontraktor harus dilakukan,” pungkasnya.**


















