Perkuat Kualitas Pembina, Puluhan Guru SD di Kwarran Tamansari Ikuti KML Pramuka Tingkat Lanjutan

Tasikmalaya, Gemamitra.com Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka terus diperkuat. Puluhan Pembina Pramuka jenjang Sekolah Dasar (SD) di lingkungan Kwartir Ranting (Kwarran) Tamansari mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) sebagai bekal untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan, dan profesionalisme dalam membina generasi muda.

Kegiatan yang berlangsung pada 24, 25, 26, 29 Juli serta 1 dan 2 Agustus 2026 ini digelar di Sekretariat Kwarran Tamansari dan Bumi Perkemahan Pasir Pataya. Selama pelaksanaan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengikuti setiap tahapan pembelajaran, baik teori maupun praktik lapangan.

Bacaan Lainnya

KML menjadi salah satu tahapan penting dalam pengembangan kapasitas pembina Pramuka. Melalui kursus ini, peserta dibekali berbagai materi mengenai metode pembinaan, pengelolaan kegiatan kepramukaan, pendidikan karakter, kepemimpinan, hingga keterampilan teknis yang dapat diterapkan di gugus depan masing-masing.

Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh semangat. Selain menerima materi dari para pelatih, peserta juga terlibat dalam diskusi, simulasi, kerja kelompok, hingga praktik lapangan yang dirancang untuk memperkuat kemampuan membina peserta didik secara kreatif, edukatif, dan menyenangkan.

Pinsus KML, Kak Maman Suryaman, menilai semangat yang ditunjukkan seluruh peserta menjadi modal besar dalam memperkuat kualitas pembinaan Pramuka di wilayah Tamansari.

“KML bukan sekadar meningkatkan pengetahuan kepramukaan, tetapi juga membentuk pembina yang memiliki kemampuan membimbing peserta didik secara lebih terarah, kreatif, dan bertanggung jawab. Semangat yang ditunjukkan seluruh peserta menjadi harapan bagi lahirnya pembinaan Pramuka yang semakin berkualitas di setiap gugus depan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi konsistensi peserta yang tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan meskipun berlangsung dalam beberapa tahapan dengan materi yang cukup padat.

“Harapannya, seluruh ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh selama KML dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para peserta didik,” tambahnya.

Bagi para peserta, KML bukan hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga wadah untuk bertukar pengalaman dan memperluas jejaring antar pembina Pramuka dari berbagai sekolah.

Salah seorang peserta mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai strategi pembinaan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami memperoleh banyak pengalaman baru, mulai dari teknik pembinaan hingga cara merancang kegiatan Pramuka yang lebih menarik. Diskusi bersama pembina dari sekolah lain juga menjadi pengalaman berharga untuk saling belajar,” ungkapnya.

Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan kapasitas pembina Pramuka, khususnya di tingkat Sekolah Dasar.

Melalui penyelenggaraan KML ini, Kwarran Tamansari menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan Gerakan Pramuka. Dengan pembina yang semakin profesional dan kompeten, diharapkan pendidikan kepramukaan mampu menjadi media yang efektif dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan semangat kebangsaan.

Lebih dari sekadar pelatihan, KML menjadi investasi jangka panjang bagi lahirnya pembina-pembina Pramuka yang mampu menginspirasi generasi muda. Sebab, dari tangan para pembina yang berkualitas, akan tumbuh tunas-tunas bangsa yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai karakter, persaudaraan, dan pengabdian kepada masyarakat.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *