Tasikmalaya, Gemamitra.com – Forum Komunikasi Kelompok Kerja Kepala Sekolah (FK3S SD) Kecamatan Mangkubumi dan Kecamatan Bungursari menggelar Workshop Kepala Sekolah sebagai upaya memperkuat kompetensi kepala sekolah dalam menghadapi dinamika dan tuntutan pendidikan yang terus berkembang.
Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah sebagai Pengelola Pembelajaran melalui Pengembangan Kegiatan Kokurikuler Berbasis STEAM” tersebut berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis, 11–13 Agustus 2026, bertempat di SDIT Istiqomah Hj. Aminah.
Workshop dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dr. H. Rojab Riswan Taufik, S.Sos., M.Si. Kehadiran jajaran Dinas Pendidikan sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap inisiatif kepala sekolah dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.
Dalam sambutannya, Rojab Riswan Taufik menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, kepala sekolah memiliki posisi strategis sebagai pemimpin pembelajaran yang dituntut mampu memahami sekaligus menerapkan berbagai perkembangan kebijakan pendidikan.
Ia menilai penguatan pemahaman mengenai kegiatan kokurikuler berbasis STEAM serta penyelenggaraan pendidikan inklusif menjadi bagian penting dalam membangun manajemen sekolah yang adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.
“Inisiasi yang dilahirkan oleh FK3S SD Kecamatan Mangkubumi dan Bungursari ini sepatutnya menjadi benchmark atau contoh bagi seluruh forum kepala sekolah di seluruh kecamatan se-Kota Tasikmalaya,” ujar Rojab.
Ia menegaskan, kepala sekolah tidak cukup hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi harus memiliki kapasitas kepemimpinan pembelajaran yang kuat.
“Seorang kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran wajib memiliki kapasitas dan kompetensi yang lebih unggul, sehingga mampu menjadi arah kompas serta figur teladan bagi para pendidik di unit kerjanya. Langkah kontekstual ini diharapkan dapat merealisasikan visi ‘Tasik Pintar’ demi peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Workshop tersebut juga menghadirkan Kasi Pembinaan GTK PAUD NF I dan SD Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Kendra Rodiyansah, S.Pd., M.M., sebagai salah satu narasumber.
Kendra memberikan apresiasi terhadap soliditas dan komitmen para kepala sekolah yang mengikuti kegiatan. Menurutnya, kepemimpinan di lingkungan sekolah harus dibangun melalui keteladanan, bukan sebatas instruksi.
“Kepala sekolah yang hadir dalam forum ini telah membuktikan komitmen nyata sebagai pemimpin sejati. Mereka tidak sekadar menginstruksikan para guru untuk meningkatkan kompetensi, tetapi secara aktif turun langsung memberikan teladan dalam proses belajar secara terus-menerus atau lifelong learning,” ungkap Kendra.
Menurutnya, sinergi dan keteladanan kepala sekolah menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kota Tasikmalaya.
Sementara itu, Ketua Panitia Workshop, Yani Yuliani, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para kepala sekolah, terutama mereka yang baru mendapatkan amanah sebagai kepala sekolah, untuk memperbarui wawasan sekaligus memahami perkembangan kebijakan pendidikan.
“Seiring dengan pembaruan kurikulum, kepala sekolah membutuhkan pembekalan wawasan yang komprehensif. Kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin pembelajaran, termasuk dalam penyusunan kurikulum operasional sekolah dan pengembangan kegiatan kokurikuler yang berbasis STEAM,” kata Yani.
Ia menambahkan, pembaruan proses pembelajaran merupakan kebutuhan agar penyelenggaraan pendidikan tetap relevan dengan tuntutan zaman. Karena itu, workshop menghadirkan sejumlah pemateri dari Dinas Pendidikan, pihak eksternal, serta fasilitator yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan inklusif.
Yani berharap seluruh materi yang diperoleh selama workshop tidak berhenti pada tataran pemahaman, tetapi dapat diterapkan di masing-masing satuan pendidikan.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan kondusif. Kami berharap seluruh kepala sekolah mampu mengimplementasikan hasil workshop di sekolah masing-masing, sehingga dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi guru,” pungkasnya. (Pakesit)**


















