Ngajaga Lembur Ngarawat NKRI, Bakesbangpol Jabar Perkuat Ideologi Mahasiswa di Tasikmalaya

Tasikmalaya – Gemamitra.com | Suasana khidmat bulan suci Ramadhan dimanfaatkan sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan nilai kebangsaan. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat menggelar sosialisasi bertajuk “Ngajaga Lembur, Ngarawat NKRI” titik ke-4 di Gedung Serba Guna STIE Latifah Mubarokiyah Suryalaya, Selasa 10 Maret 2026.

Kegiatan yang diikuti sekitar 300 mahasiswa ini menjadi bagian dari upaya preventif pemerintah dalam membentengi generasi muda dari pengaruh ideologi radikalisme yang kerap menyusup melalui narasi keagamaan. Di bulan Ramadhan, materi yang disampaikan menekankan pentingnya menjaga kesucian ibadah dengan sikap moderat, toleran, dan saling menghargai.

Bacaan Lainnya

Kepala Bakesbangpol Jabar, Drs. Wahyu Mijaya, S.H., M.Si., melalui Kepala Bidang Kewaspadaan Daerah (Wasda), H. Khoirul Naim, S.K.M., M.Epid., menegaskan bahwa Tasikmalaya sebagai daerah berbasis pendidikan religi memiliki posisi strategis dalam menjaga kondusivitas wilayah Jawa Barat.

“Ramadhan menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial sekaligus daya tahan ideologi. Mahasiswa tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus peka terhadap infiltrasi paham ekstrem yang berpotensi merusak tatanan bangsa. Kami ingin memastikan religiusitas masyarakat berjalan seiring dengan komitmen menjaga keutuhan NKRI,” ujar Khoirul Naim.

Sementara itu, Rektor STIE Latifah Mubarokiyah, Hozin Abdul Fatah, mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan Bakesbangpol Jabar dalam memberikan edukasi langsung kepada mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu menjadi filter informasi di tengah derasnya arus digital dan narasi kebencian di ruang publik.

“Di bulan penuh berkah ini, mari kita teguhkan bahwa pengetahuan adalah cahaya. Mahasiswa harus mampu menjadi penyejuk di lingkungan masing-masing serta menolak segala bentuk kekerasan dan paham yang memecah belah,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda Tasikmalaya yang tidak hanya religius, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *