Gema Mitra – Kota Tasik
Akhir-akhir ini semenjak memasuki Bulan Ramadan merupakan Bulan yang penuh dengan Rahmat dan Karunia untuk meraih pahala dari Yang Maha Esa. Banyak sekali masyarakat, komunitas, lembaga dan lain sebagainya menyedekahkan sebagian rezekinya untuk umat yang lebih membutuhkan bahkan membuat acara besar dan tanpa mengharap upah sedikitpun untuk menyelenggarakan acara santunan tersebut kapanpun dan di manapun tanpa memandang usia/ jabatan.

Bertempat di Gedung Galih Pawestri Jl. RAA Wiratanunigrat, Kota Tasikmalaya 25/05/19 dengan acara yang dimulai dari pukul 16.30 WIB PANDU Tasikmalaya bekerjasama dengan GOW/ Gabungan Organisasi Wanita Kota Tasikmalaya memberi santunan kepada anak yatim se-Kota Tasikmalaya yang diambil dari tiap kecamatan-kecamatan yang ada di Tasikmalaya khususnya Kota dari mulai Kecamatan Bungursari, Cibeureum, Cihideung, Cipedes, Indihiang, Kawalu, Mangkubumi, Purbaratu, Tamansari, dan Tawang.

Dalam daripada itu Dian sebagai Koordinator Pandu Kota Tasikmalaya memberikan penjelasannya terhadap acara ini “Santunan ini merupakan program tahunan dari Pandu Kota Tasikmalaya kegiatan santunannya dilakukan setiap setahun sekali yang mana ada 2 agenda yang ialah pertama di bulan muharram dan kedua di bulan ramadan, Alhamdullilah kegiatan ini telah menginjak di angka ke 4, sementara muharram baru menginjak ke 3. Dan ini merupakan santunan yang sudah terlaksana sampai tahun ini sudah 7 kali dilaksanakan” penjelasannya Dian saat diwawancarai Gema Mitra.

Sumber dana-sumber dana yang didapat untuk menyantuni anak yatim ini dimulai dari Anggota Pandu yang mempunyai 30 orang anggota “untuk santunan untuk anak yatimnya ada 100 orang
Sumber dananya juga dari kami dulu yang beranggotakan 30 anggota untuk memberikan dulu sodakohnya sebelum mendapatkan dana dari donatur, baru setelah itu kami mencari donatur-donatur untuk lebih mendukung/ mensupport acara kami” Tambahnya Dian.

Harapannya “ke depan semoga kegiatan ini terus menerus bisa dilakukan oleh kami, karena suatu kegembiraan yang kami rasakan bisa bersama mereka, karena biasanya kalau setiap santunan ramadan itu bertepatan dengan akhir tahun pelajaran jadi kami menyediakan ATK untuk nanti mereka persiapan nasuk sekolah” Pungkasnya Dian.

Tak hanya itu dalam 1 koordinator kecamatan wajib merangkul 4 anak yatim yang mereka akrab sapa sebagai anak asuh mereka yang ada dilingkungan kecamatan-kecamatannya masing-masing. Sementara itu salah satu koordinator kecamatan tepatnya Cipedes memberikan tanggapannya kepada redaksi.

“Alhamdullilah untuk acara ini sudah setiap tahun dan senantiasa bisa dilaksanakan, memang agak sulit karena sekarang banyak yang melaksanakan kegiatan yang sama dan waktunya bersamaan. Saya juga membawa 3 anak, Alhamdullilah hari ini kami bisa bersama anak yatim yang diambil dari lingkungan masyarakat dan saya juga selalu memberikan santunan kepada mereka”. Tanggapnya Purnama yang akrab disapa bu empur. (M. Rizky Arbianto)