Gema Mitra – Kota Tasikmalaya
Dari sekian banyak akses masuk ke Kota Tasikmalaya, yang paling santai, jembatan Leuwi Mida, terletak di Kampung Asta, Cibeuti. Menghubungkan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Seperti perbatasan lainnya, Leuwi Midapun dijaga ketat petugas, yang terdiri dari TNI, Polisi, Dishub, Satpol PP, BPBD, unsur muspika dan Karang Taruna kelurahan Cibeuti.

Penjagaan ini merupakan realisasi dari instruksi Walikota Tasikmalaya yang memberlakukan blokade serta pemeriksaan terhadap siapapun yang akan memasuki Kota Tasikmalaya, yang mau mudik atau keperluan lainnya. Ini merupakan antisipasi agar penularan virus corona bisa dicegah.

Diyakini bahwa ditemukannya kasus yang menimpa beberapa anggota masyarakat, akibat dari longgarnya akses masuk ke Tasikmalaya. Virus corona masuk ke Kota Tasikmalaya dibawa terutama dari kota-kota besar yang dikatagorikan Zona Merah, Bandung dan Jakarta.

Tidak seperti di perbatasan lainnya, jalur Asta-Singaparna ini, sehari-haripun para penguna jalan tidak terlalu ramai. Namun pada saat blokade masuk Kota Tasik ditakutkan justru jalur ini dipergunakan untuk menghindari pemeriksaan di jalur lain.

Pada hari pertama pemberlakuan blokade, kendaraan yang lewat ke jalur Asta tetap normal.

“Petugas hanya mencatat sekitar 120 orang yang lewat, di hari pertama. Diperiksa secara inten, temperatur tubuh, KTP, asal kota dan kota tujuan, serta maksud kunjungan. Rata-rata yang lewat, hanya kunjungan biasa.” Ujar Agus Uho, petugas yang diperbantukan dari Kecamatan Kawalu. Saat ditanya Gema Mitra.

Agus menambahkan pula , semua yang lewat tampak sehat dengan temperatur tubuh antara 35,5° sampai 36,5°.

Blokade jalan masuk Kota Tasikmalaya ini dimulai hari Selasa 31 April 2020 sampai batas waktu yang belum bisa dipastikan. (Yus) ***