Gemamitra.com – Kota Tasikmalaya
Penjagaan perbatasan yang dilakukan Pemerintah Kota Tasikmalaya bagi masyarakat dari luar, terutama dari kota yang level statusnya sudah zona merah, kian ditingkatkan.

Hal ini merupakan bentuk kewaspadaan yang patut diapresiasi sebagai tanggung jawab terhadap warga masyarakat, agar permasalahan wabah corona cepat bisa teratasi dengan baik.

Penjagaan yang dimulai pada tanggal 31 Maret hingga tanggal 21 April 2020 tersebut, dibagi menjadi beberapa titik salah satunya di Jembatan Leuwi Mida, Asta Kec. Kawalu.

Dari sekian pintu masuk ke wilayah Kota Tasikmalaya, Jembatan Leuwi Mida masih relatif aman.

Hasil pantauan Tim Gemamitra.com dilapangan, volume kendaraan masih stabil, tidak jauh berbeda dengan keadaan hari pertama.

Hanya pada hari kamis kemarin pendatang dari luar Kota Tasikmalaya cenderung meningkat, tercatat sekitar 385 pendatang. Sedang hari pertama hanya 120.

Mengenai kemungkinan adanya virus yang dibawa masuk oleh pengunjung, sampai saat ini, tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan atau yang diduga bermasalah dengan kesehatannya.

Dari hasil pengecekan suhu tubuh oleh petugas, rata-rata mereka masih normal, antara 35,5° sampai 36,5°.

Ada sekitar 22 petugas yang berjaga di perbatasan ini, yang tiap hari ditugaskan selama 24 jam per hari. Setiap penjaga dari masing kesatuannya di bagi menjadi 3 kali pergantian.

Petugas tersebut, diantaranya, dari TNI 7 orang, dari Polri 2 orang, BPBD, Dishub, Pol PP, PMI, PKM rata-rata hanya 1 orang.

Disinggung soal anggaran operasional kegiatan blokade ini, Daru Markus salah seorang petugas BPBD menolak memberikan keterangan.

“Tapi anggaran itu memang ada, namun tentang nominal untuk perorangnya entah berapa. Kita tidak terlalu memikirkan itu. Kita lebih berpikir tentang keselamatan masyarakat.” Jelas Daru, disela kegiatan penyemprotan terhadap mobil yang diperiksa, Sabtu 4/04/2020. (Yus)***