Tasikmalaya, Gemamitra.com — Menghadapi musim kemarau berkepanjangan yang berdampak pada ketersediaan air bersih, ribuan warga Kelurahan Setiajaya dan Kelurahan Setiaratu, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, menggelar Sholat Istisqa Akbar di Lapangan Sepak Bola Gunung Kialir, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Dewan Pertimbangan Ulama (DPU) Setiajaya dan Setiaratu. Pelaksanaan sholat dipimpin oleh tokoh ulama setempat sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat.
Antusiasme warga terlihat dari ribuan jamaah yang memadati lapangan. Selain masyarakat dari kedua kelurahan, kegiatan ini juga diikuti 230 siswa beserta guru SD Negeri 2 Siluman.
Lurah Setiajaya, Ijang Saifuloh, mengatakan bahwa Sholat Istisqa Akbar dilaksanakan sebagai respons atas kondisi kemarau panjang yang telah menyebabkan sebagian masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air.
“Alhamdulillah, masyarakat, terutama yang dipelopori oleh MUI, bersama-sama menghadapi situasi kemarau yang panjang. Masyarakat juga sudah sangat kekurangan air. Kita meminta kepada Allah SWT, mudah-mudahan diturunkan hujan yang berkah,” ungkapnya.

Menurut Ijang, kondisi kekurangan air telah dirasakan masyarakat dalam kurun waktu sekitar tiga bulan terakhir. Karena itu, selain melakukan upaya penanganan secara lahiriah, masyarakat juga menempuh ikhtiar batiniah melalui doa bersama.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan inisiatif bersama masyarakat dua kelurahan yang ingin menunjukkan bahwa menghadapi persoalan kekeringan diperlukan ikhtiar dari berbagai sisi, baik melalui bantuan pemerintah maupun pendekatan spiritual.
“Selain kita berikhtiar secara lahiriah, kita juga berikhtiar secara batiniah. Kita memohon agar diberikan hujan yang barokah bagi warga, cuaca kembali normal, dan pengairan di kelurahan kembali berjalan seperti biasanya sehingga masyarakat tidak kekurangan air,” tuturnya.
Ijang menambahkan, selama masa kekeringan, masyarakat telah menerima bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah, kepolisian, serta unsur TNI. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang mengikuti Sholat Istisqa dengan penuh antusias, serta kepada pemerintah dan berbagai pihak yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah antusias mengikuti Sholat Istisqa untuk memohon kepada Allah agar diberikan hujan yang barokah. Terima kasih juga kepada pemerintah yang peduli terhadap warga dengan memberikan bantuan, sehingga kekurangan air ini bisa teratasi dan masyarakat tetap bisa menjalani kehidupan secara normal,” katanya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 2 Siluman, Iis Suhartini, menyampaikan bahwa keikutsertaan 230 siswa bersama para guru tidak hanya menjadi bentuk doa bersama, tetapi juga bagian dari pembelajaran keagamaan bagi peserta didik.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, siswa dapat mengenal dan memahami tata cara pelaksanaan Sholat Istisqa secara langsung, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT ketika menghadapi kesulitan.
“Bagi murid, kegiatan ini selain sebagai bentuk doa bersama, juga menjadi pembelajaran tentang bagaimana tata cara pelaksanaan Sholat Istisqa. Selain itu, kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi antara tokoh masyarakat, orang tua, dan murid,” ujar Iis.
Keterlibatan para siswa diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai religius, kepedulian sosial, serta kebersamaan sejak dini. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga menyaksikan dan mengikuti langsung praktik ibadah yang berkaitan dengan kondisi kehidupan masyarakat.
Pelaksanaan Sholat Istisqa Akbar ini menjadi cerminan kebersamaan warga Setiajaya dan Setiaratu dalam menghadapi dampak kemarau panjang. Di tengah keterbatasan air, masyarakat berupaya saling menguatkan, memanfaatkan bantuan yang tersedia, serta memanjatkan doa agar hujan segera turun.
Melalui ikhtiar bersama tersebut, warga berharap Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan, memulihkan ketersediaan air, dan mengembalikan kondisi lingkungan serta kehidupan masyarakat seperti sediakala. (Pakesit)**


















