Gemamitra.com
Pemerintah melalui Kemendikbud mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti melalui kegiatan nonkurikuler pembiasaan membaca buku nonpelajaran setiap hari di sekolah untuk menciptakan iklim sekolah yang menyenangkan bagi seluruh warga sekolah dan menumbuhkan budi pekerti anak bangsa.

Gerakan literasi sekolah merupakan sebuah upaya yang dilakukan secaara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan public.

Atas dasar itu, SDN Tirtawening yang berlokasi di Kp. Cicondong Kel. Cibeuti Kec. Kawalu saat ini sedang gencar melakukan kegiatan wisata literasi edukasi yang meliputi kegiatan literasi keuangan, kegiatan literasi rohani, kegiatan literasi budaya, kegiatan literasi kebangsaan/kewarganegaraan.

Kepala SDN Tirtawening Ipit Yuanita MS, S.Pd mengatakan, bahwa kegiatan wisata literasi ini merupakan kegiatan yang ditujukan agar siswa dan siswi dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam smart wisata, sehingga mereka dapat memilih dan memilah kegiatan berwisata yang aman, nyaman, murah, dan juga menyenangkan.

Ipit menuturkan, kami juga menerapkan kegiatan literasi keuangan dengan melakukan kerjasama dengan Bank NOBU dalam program menabung. Siswa dan siswi akan dilatih menabung secara langsung. “Tujuannya supaya mereka tidak verbalisme, karena jika diajarkan menabung secara langsung, hasilnya 90% akan mudah teringat di memorinya untuk menabung”, ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, sekolah kami mempunyai motivasi yang sangat kuat untuk menggali pengetahuan di luar sekolah, meski lokasi sekolah berada dipedalaman terletak di ujung perbatasan antara kec. Sukarame dan kec. Mangkubumi. “Meski demikian kegiatan literasi tetap terlaksana berkat kerjasama dan swadaya para orang tua dalam mendorong program literasi siswa”, ungkap Ipit saat dihubungi Gema Mitra via WhatsApp, Jumat 1/2/2019.

Saya berharap, lanjut Ipit, program ini bisa menjadi agenda rutin tiap tahun untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam gerakan literasi yang tidak lebih dari sekedar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Yang mana di abad ke-21 ini, kemampuan seperti ini disebut sebagai literasi informasi.

“Semoga dengan adanya kegiatan wisata literasi ini dapat menjadi sarana untuk menyegarkan kembali pikiran, dan suasana hati sekaligus mencerdaskan siswa dan siswi”, harapnya. (Rara Hanacho)