Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama, Mahasiswa INU Tasikmalaya Perkuat Peran Generasi Muda NU

Tasikmalaya – Gemamitra.com | Nahdlatul Ulama (NU) memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-100 tahun sebagai momentum bersejarah satu abad pengabdian ulama dan santri dalam menjaga agama, merawat tradisi, serta memperkokoh persatuan bangsa. Peringatan satu abad NU menjadi refleksi atas perjalanan panjang organisasi Islam terbesar di Indonesia dalam mengawal nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Didirikan pada 31 Januari 1926 oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, Nahdlatul Ulama lahir dari rahim pesantren dengan semangat menjaga ajaran Islam yang moderat, toleran, dan berakar kuat pada budaya Nusantara. Selama satu abad perjalanannya, NU konsisten berkhidmah di berbagai bidang, mulai dari keagamaan, pendidikan, sosial, hingga kebangsaan.

Bacaan Lainnya

Sejarah mencatat, NU memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Salah satu tonggak penting adalah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang menggerakkan ulama, santri, dan masyarakat untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa. Peran tersebut menegaskan bahwa NU bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan juga kekuatan sosial yang aktif menjaga kedaulatan dan persatuan bangsa.

Memasuki usia satu abad, NU terus beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai dasarnya. Melalui jaringan pesantren, lembaga pendidikan, serta peran aktif generasi muda dan mahasiswa, NU terus menguatkan moderasi beragama, pemberdayaan umat, serta nilai keadilan sosial di tengah masyarakat.

Dalam momentum Harlah ke-100 NU ini, mahasiswa Institut Nahdlatul Ulama (INU) Tasikmalaya, khususnya dari Program Studi Hukum Keluarga Islam, turut menyampaikan pandangan dan komitmennya. Salah satunya disampaikan oleh Erni Sumarni, mahasiswa INU Tasikmalaya, yang menegaskan bahwa peringatan satu abad NU merupakan panggilan moral bagi generasi muda untuk melanjutkan perjuangan para ulama pendiri NU.

“Sebagai mahasiswa INU, kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, baik dalam kehidupan akademik maupun sosial. Harlah ke-100 NU bukan hanya perayaan sejarah, tetapi juga pengingat bagi generasi muda agar terus berkhidmah untuk umat dan bangsa,” ujar Erni.

Ia menambahkan, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam memiliki peran strategis dalam menegakkan nilai keadilan, kemaslahatan, serta keharmonisan keluarga dan masyarakat sesuai dengan prinsip Islam rahmatan lil ‘alamin.

Peringatan Harlah ke-100 NU di Tasikmalaya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti doa bersama, istighotsah, pengajian, serta kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat luas sebagai wujud nyata khidmah NU kepada umat.

Dengan mengusung tema “Merawat Jagat, Membangun Peradaban”, Nahdlatul Ulama bersama mahasiswa dan generasi mudanya meneguhkan tekad untuk terus melanjutkan perjuangan para ulama dan pendiri NU demi terwujudnya kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai, adil, dan bermartabat.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *