Oleh: Budiman
Kota Tasikmalaya. Senin, 15/6/2020 merupakan hari yang sangat istimewa dan ditungggu-tunggu untuk siswa/i berseragam putih merah ini, khususnya siswa/i kelas VI. Sangat wajar pastinya, karena bukan hal yang mudah melewati setiap penggal cerita yang penuh suka dan duka selama enam tahun berlalu. Kantuk yang harus dilawan, rasa malas yang terus meneror, Panas dan dingin melekat didiri manakala berangkat dan pulang sekolah, tawa dan tangis menyatu menghiasi hati, teman rasa saudara dan keluarga. Semua terbungkus rapi dalam bingkai hati.
Hari yang istimewa dan di tunggu-tunggu itu tiada lain adalah Pengumuman dan upacara kelulusan jenjang sekolah dasar. Tepatnya untuk siswa/i kelas VI Tahun Ajaran 2019/2020. Pengumuman dan upacara kelulusan sekarang tentunya sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Mengingat waktu dan kondisi yang belum dinyatakan aman pada masa darurat Covid-19. Pastinya membuat satuan pendidikan jenjang SD berfikir keras untuk tetap menyelenggarakan Pengumuman dan upacara kelulusan yang sesuai dengan aturan yang berlakusalah satunya adalah surat edaran dari Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.

Dengan mempertimbangkan kemampuan yang ada dari seluruh warga sekolah dan merespon perubahan yang terjadi sekaligus mau beradaptasi, pengumuman dan upacara kelulusan kelas VI khususnya di SDN 2 Pengadilan, yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka, pada tahun ajaran 2019/2020 ini dilaksanakan melalui media dalam jaringan via webex.

Yeni Wiarni, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SDN 2 Pengadilan menuturkan bahwa dengan segala kelebihan dan kekurangannya, penyelenggaraan pengumuman dan upacara kelulusan kelas VI di SDN 2 Pengadilan melalui media dalam jaringan, tidak lah berbeda jauh dengan tatap muka. Ruhnya sama namun medianya kita alihkan, yang biasanya secara tatap muka dalam satu ruangan, sekarang dialihkan ke dunia maya dalam jaringan di ruangan masing-masing yaitu di rumah saja. Ruhnya tersebut adalah membangun dan menghadirkan ide sekreatif dan seinovatif mungkin yang dikemas ke dalam berbagai rangkaian acara dari awal sampai akhir dan dituangkan dalam susunan acara.
Maka tidak heran ketika tadi dalam penyelenggaraan pengumuman kelulusan ini kami bagi-bagi tugas untuk kepala sekolah, guru, orang tua, dan siswa itu sendiri. Ada yang sebagai MC, pembacaan Ayat suci Al-Quran beserta saritilawah oleh siswa, sambutan dari kepala sekolah, orang tua, dan guru kelas VI, fotografer, pemegang baki ketika pemberian surat keterangan kelulusan dari pihak sekolah yang disampaikan oleh kepala sekolah dan diberikan kepada siswa yang diwakili oleh guru kelasnya, serta yang membaca doa.

Ketika Proses pengumuman dan upacara kelulusan berlangsung pun, seluruh siswa diwajibkan memakai seragam sekolah dengan didampingi oleh orang tuanya di rumah masing-masing. Semua sangat fokus menyimak setiap tahap demi tahap dari awal sampai akhir. Nampak jelas derai air mata memberikan suasana yang berbeda seolah ingin berbagi sedih dan bahagia bersatu padu dari orang tua, siswa, dan guru-gurunya. Termasuk acara sungkeman, salam, dan peluk hangat dari siswa ke orang tua menjadi ajang tersendiri sebagai ucap syukur dan permintaan doa yang terbaik untuk ke depannya.
Ditempat yang berbeda salah satu perwakilan dari orang tua kelas VI SDN 2 Pengadilan menyampaikan bahwa pelaksanaan pengumuman dan upacara kelulusan melalui media dalam jaringan tetaplah sama, tidak mengurangi rasa sakral kelulusan. Bahkan merasakan suasana haru dan merasa berada dalam satu ruangan padahal jarak memisahkan. Mungkin ini yang dimaksud sama Joko Pinurbo bahwa jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan.
Tambahnya lagi, Ucapan syukur dan terima kasih pun terlontarkan karena pelaksanaan ini berjalan lancar dan adanya kelulusan melalui media dalam jaringan ini terhindar dari rasa takut dan was-was akibat Covid-19 yang belum dinyatakan berakhir. ***





















