Gemamitra.com
Mak Wati (54) merupakan seorang janda yang ditinggal suaminya dua bulan lalu. Saat ini ia tinggal bersama salah satu anaknya dengan kondisi sangat memprihatinkan. Terlebih sang tulang punggung keluarga sudah menghadap illahi.

Nasib naas tak hanya disitu, Mak Wati yang sekarang kesehariannya mengandalkan makan dari anak-anaknya, hanya bisa pasrah ketika rumah yang ia tinggali puluhan tahun silam berukuran 4×6 meter rubuh akibat di makan usia.

Melihat hal tersebut, Teten selaku ketua RT 04 RW 04 Kampung Babakan Pencut Kecamatan Singaparna langsung melakukan koordinasi dengan masyarakat dan aparat Desa Cikadongdong Kecamatan Singaparna.

“Alhamdulillah kepala desa Cikadongdong dan masarakat merespon positif hingga kami sepakat untuk mengumpulkan material bangunan untuk merehab rumah tersebut sehingga pada hari jumat 18/1/2019 dilakukan gotong royong perehaban”, ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, perehaban rumah cukup memakan waktu, dikarenakan berbagai macam kendala, terlebih kesiapan dana. Hanya perehaban kecil supaya rumah tidak roboh total. Karena pihak keluarga Mak Wati juga sama kondisinya sedang tidak mampu.

Hampir dua bulan lamanya mengumpulkan material bahan mengandalkan bantuan dari para donatur. Dan hari ini warga sepakat melakukan gotong royong perehaban yang di dukung penuh oleh kepala desa.

“Kami sangat mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan masyarakat yang telah membantu meringankan beban dalam perehaban rumah ini”, ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Mak Wati bahwa ia sangat terbantu dan mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat, para donatur salah satunya dari Tim Gema Mitra Peduli. “Semoga kebaikan ini medapat keberkahan dan bermanfaat”, tukasnya.

Dedi Setiadi selaku donatur yang ikut memantau lokasi mengaku bangga dan apresiasi kepada seluruh masyarakat. “Inikan inspirasi buat kita semua sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan. Mereka semuanya kompak saling bahu membahu melakukan gotong royong”, ujarnya. (Kesit)