Bupati KLU Buka Musrenbang RPJMD 2021-2022

KLU.gemamitra.com | Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) H. Djohan Sjamsu, SH buka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026 KLU. Kamis, (3/6/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Danny Karter Febrianto Ridawan, ST., M.Eng, Pj Sekda KLU Drs. H. Raden Nurjati, Kabag Perencanaan Polres KLU Kompol Agus Dwi Ananto, SH, Kepala OPD, Para Camat, dan tamu undangan lainnya.

Bupati menyampaikan Musrenbang kali ini berawal dari ‘perencanaan teknokratik, politik dan partisipatif’ sebagai upaya percepatan pembangunan daerah.

Pemangkasan anggaran daerah untuk penanganan Covid-19 diminta Djohan jadi acuan peserta rapat dalam merumuskan program perencanaan.

“Saya melihat program daerah kita banyak yang belum terselesaikan, banyak persoalan yang belum mampu diwujudkan. Karena ketiadaan anggaran serta pendapatan asli daerah yang menjadi modal awal membangun daerah menurun lebih dari 50 persen. Ini tantangan buat kita seluruh perangkat daerah dan seluruh masyarakat Lombok Utara. Bagaimana kita mengatasi dan mengantisipasi, setiap persoalan daerah,” katanya.

Dikatakan Djohan, Diperlukan kerja sungguh-sungguh dalam perencanaan daerah sebab akan berpengaruh terhadap pengelolaan daerah lima tahun ke depan.

Ditambahkan, semangat ‘membangun daerah’ yang tertuang dalam visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati KLU harus jadi pedoman rencana kerja daerah. Hal tersebut dilakukan guna memastikan KLU keluar dari gelar daerah miskin dan tertinggal di NTB.

Sementara Kabid Litbang Bappeda NTB Lalu Suryadi, MM via virtual menyampaikan dalam proses penyusunan RPJMD perlu memperhatikan usulan-usulan semua pihak dengan memperhatikan kebijakan provinsi, pusat dan penjaringan aspirasi masyarakat serta stakeholder lain.

Sedangkan Kabid Litbang Bappeda KLU Tri Darma Sudiana, SSTP dalam laporannya menyampaikan kegiatan pelaksanaan musrenbang RPJMD kali ini menyerap masukan dan saran dari Kepala OPD, Camat, serta stakeholder lain dengan tujuan untuk ‘penyelarasan klarifikasi dan kesepakatan terhadap tujuan sasaran strategi arah kebijakan dan program pembangunan daerah 2021-2026’.

“Diharapkan ada turunan dari RPJMD menuju Renstra OPD sehingga apa yang menjadi target di dalam RPJMD bisa diraih. Tentu dengan bantuan OPD, agar sesuai dengan target capaian,” ujarnya. (Ast)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *