Gemamitra.com – Kab. Tasikmalaya

Sekelompok pemuda yang tergabung dalam IPP3LING (Ikatan Pemuda  Pemudi Cilembu Ngahiji  Ngaji), saat ini tengah fokus memulai hidup barunya dengan mengabdikan dirinya untuk mengolah alam, selain mengurus alam, mereka pun nantinya akan mendapat hasil dari apa yang mereka tanam.

Mereka memanfaatkan tanah wakaf seluas 40 bata yang terletak di Kampung Cilembu keerwean 03 Desa Cikunten Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.

Meski awalnya para pemuda ini tidak di setujui oleh tokoh masyarakat setempat untuk mengolah lahan tersebut, tapi setelah mereka memperlihatkan kegigihannya untuk bertani, barulah para sesepuh tokoh masyarakat mulai melirik kesiapan mereka dalam bertani.

“Awalnya saya bersama rekan-rekan tidak diijinkan untuk mengolah lahan tersebut, tapi setelah saya berusaha memperlihatkan niat baik saya, akhirnya para tokoh mempersilahkan para pemuda pemudi untuk mengolah lahan wakaf untuk ditanami singkong, bawang daun dan jahe,” ungkap Ketua IPP3LING Sopyan Munawar, ditemui Gemamitra.com seusai bertani, Kamis 11/06/2020.

Sopyan menuturkan, selain bertani, para pemuda pemudi juga sangat aktif di pengajian rutin mingguan, selain itu juga dikala waktu senggang mereka menghabiskan waktunya untuk bersih bersih mesjid yang ada di lingkungannya.

“Makanya jika ada hasil dari bertani, uangnya akan dipergunakan untuk membantu atau kesejahteraan acara-acara keagamaan yang ada didaerahnya,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, Alhamdulillah setelah tergabung dalam IPP3LING, mereka para pemuda pemudi dengan sendirinya sadar untuk mengikuti pengajian rutin, sholat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya.

Hal itu, tentunya menjadi kabar baik untuk mendorong Kabupaten Tasikmalaya khususnya, dalam menciptakan masyarakat yang religius islami.

“Meski dalam penggarapan lahan pertanian menggunakan alat seadanya, tapi tidak mengurangi semangat mereka dalam bertani. Diharapkan ada agnia atau Dinas terkait yang membantu untuk peralatan seperti cangkul, kored, dan yang paling utama gerobak roda untuk mengangkut barang bawaan dari rumah ke ladang, pasalnya menurut Sopyan jarak antara rumah dan ladang jaraknya sangat jauh,” paparnya. (Akoh)***