Kisruh Jembatan Leuwi Budah Menemui Titik Terang

Alt

gemamitra.com | Tasikmalaya

Usai pertemuan antara Kades Margalaksana, H. Ajat dengan perwakilan masyarakat Kampung Tanjung yang membahas penyelesaian perebutan hak kelola Jembatan Gantung Leuwibudah di rumah warga Kampung Tanjung, hari Minggu 10 Januari 2021, menemui titik terang.

Dalam pertemuan tersebut dibicarakan berbagai permasalahan ke depan, termasuk penyelesaian tahun anggaran 2021, tentang kerohiman. Kedua pihak sepakat untuk tidak membahas tentang historis dan berbagai argumentasi masing-masing yang ngotot mempertahankan haknya.

“Ini pertemuan antara kawan lama, yang kita bahas bukan salah benar, tapi masing- masing harus melihat kebaikan bersama, manfaat dari jembatan tersebut.” Ujar H. Ajat usai pertemuan.

Didampingi stafnya, Asep Jon, Kades Ajat hadir begitu tenang dan penuh percaya diri, bahwa permasalahan akan selesai. Tidak tegang seperti saat musyawarah di Aula Bale Desa Margalaksana pada hari Senin, 4 Januari 2021.

Adapun rencana ke depan, perihal tahun 2022, kedua pihak sepakat untuk membahasnya sejak awal, teknis kelola dan pembagiannya akan dibahas kemudian, yang tidak merugikan satu sama lainnya.

Masyarakat bareng Karang Taruna Tanjung berencana, 2022 kalau tidak mencapai kesepakatan dengan Desa Margalaksana untuk mengelola bersama, maka akan memberdayakan jalan milik warga yang dipakai  penghubung antara  Kampung Tanjung dengan jembatan.

“Ia Kades yang bijaksana. Ia mau turun langsung ke koordinat masalah, untuk secepatnya menyelesaikan persoalan dengan bijaksana, tanpa mengalami keretakkan. Sehingga berjalan lancar.” Kata Dadang Emi yang diiyakan oleh temannya yang ikut mendampingi musyawarah tersebut.

Dadang berjanji untuk secepatnya menarik anak-anak yang selama satu minggu melakukan penarikan sumbangan terhadap para pengguna jembatan, jika proses penyelesaian telah dituntaskan oleh pihak Desa Margalaksana. (Yus)***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *