Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Raker Bersama BPBD Terkait Transparansi Anggaran Covid-19

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Gemamitra.com – Kota Tasikmalaya

Komisi IV DPRD mengadakan Rapat Kerja (Raker) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya terkait transparansi dan akuntabel anggaran penanganan Pandemi Covid-19 yang signifikan besarnya mencapai 6,3 Miliyar.

Dede Muharom selaku Ketua Komisi IV mengucapkan terima kasih serta apresiasi terhadap kinerja yang telah dilakukan oleh BPBD Kota Tasikmalaya yang telah bekerja full untuk memutus mata rantai Covid-19.

“Sebagai mitra kerja BPBD, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kinerja yang telah dilakukan. Mereka telah bekerja keras dalam menangani Covid-19 ini full 24 jam. Mudah-mudahan kinerja mereka dengan hasilnya hari ini kita bisa merasakan dan menjadi amal kebaikan,” kata Dede, Jumat, 29/05/2020.

Tujuan dilaksanakannya pertemuan ini, lanjut Dede, untuk menanyakan anggaran yang sudah diimplementasikan oleh BPBD agar transparan dan akuntabel, karena anggaran yang dikucurkan cukup signifikan besarnya.

“Mengenai rincian secara umum, makan minum umpamanya, di posisinya 2,5 Milyar, kemudian untuk operasional dan lain sebagainya di posisi 1,5 Milyar. Itu secara umum sudah disampaikan oleh mereka (BPBD),” ungkap Dede.

Kami juga ingin tahu mengenai pendistribusiannya, artinya itu kan disediakan oleh BPBD tadi dengan anggaran 1,5 Milyar, sementara kan mengenai akumulasi jumlah bantuan dari masyarakat juga banyak, nah mudah-mudahan nanti lah temen-temen BPBD bisa lebih terinci menyampaikan mengenai pendistribusian atau pengelolaan tentang dana yang cukup signifikan itu.

Komisi IV melakukannya secara objektif dan berpikiran yang positif karena BPBD Kota Tasikmalaya telah bekerja siang-malam melakukan tugasnya tersebut dengan totalitas yang tinggi.

“Kami tidak ada perasaan apapun intinya kami berhusnudzon, karena mereka sudah bekerja siang dan malam melakukan tugasnya, dan tentang kekurangan dan kelebihan namanya juga manusia, tapi kami tetap objektif mereka sudah luar biasa bekerja intinya gitu” Tutup Dede Muharom

Sementara itu Kadis BPBD Kota Tasikmalaya Ucu Anwar menjelaskan Raker tersebut dilaksanakan mengenai keingin tahuan Dewan Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya tentang apa yang sudah dilakukan oleh BPBD Kota Tasikmalaya terhadap anggaran yang signifikan besarnya.

“Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya mengundang kami untuk menjelaskan tentang apa yang sudah dikerjakan oleh kami BPBD Kota Tasikmalaya selama kondisi siaga darurat, tanggap darurat dengan berbagai konsekuensi kebijakan gugus tugas” Jelas Ucu

Adapun pembahasan-pembahasan seperti dari mulai Penyekatan tahap pertama yang 8 titik akses masuk Kota Tasikmalaya, yang disederhanakan menjadi 4 titik, yang kemudian tahap keduanya melakukan PSBB Pertama dan PSBB tahap kedua.

“Kita membahas mulai dari penyekatan tahap pertama yang 8 titik akses masuk Kota Tasik,  sampai kita sederhanakan menjadi 4 titik, lalu tahap kedua melakukan PSBB pertama dan PSBB yang kedua” Papar Ucu.

BPBD Kota Tasikmalaya sebagai Leading Sector dan fungsinya sebagai implementator, sebagai pelaksana kegiatan atas tugas yang diberikan oleh Ketua Gugus Tugas.

“BPBD sebagai Leading Sector bukan sebagai pembijak tapi BPBD fungsinya sebagai implementator saja sebagai pelaksana kegiatan atas tugas yang diberikan oleh Ketua Gugus Tugas” Tambah Ucu.

Terkait dengan anggaranpun BPBD Kota Tasikmalaya tidak mengajukan, tetapi BPBD Kota Tasikmalaya akan mengajukan anggaran ketika sedanf pada posisi di mana aktifitas sudah dilakukan.

“Terkait anggarannya, kalau anggaran kita sebetulnya tidak mengajukan anggaran, kita mengajukan anggaran pada posisi di mana aktifitas sudah dilakukan, jadi ketika kegiatan sudah berjalan baru kita menyampaikan kebutuhan, dan bukan kebutuhan dulu. Jadi sebetulnya kita realtime saja dan realcost sebetulnya, tidak dilebih-lebihkan” Tekan Ucu

Anggaran yang sudah dikeluarkan tudak hanya untuk operasional, melainkan juga Non-operasionalnya yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan, kelengkapan posko, konsumsi, karena Ucu menilai Petugas yang bertugas di posko bekerja 3x shift, yang tentu diberikan juga uang saku sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kota Tasikmalaya terhadap yang bertugas di lapangan.

“Yang sudah dikeluarkan bukan hanya untuk operasional saja, Operasional dengan Non-operasional jumlahnya 6, 3 Milyar Rupiah, itu bukan hanya untuk operasional tetapi untuk pemenuhan kebutuhan, kelengkapan seperti kebutuhan di posko,” ungkapnya.

“Kita membelikan tenda kecim, membeli batu batre, kursi plastik, dan membeli segala macam atau bisa disebut penunjang lah di posko. Sebetulnya itu kebutuhan yang sangat real sekali karena misal untuk Mangin saja kita kan 3 shift bisa dibayangkan 1 posnya kalau 8 orang 3x makan berapa?, lalu untuk kebutuhan coffee break?, sebab mereka tidak hanya siang kan, mereka siang-malam, artinya siang kepanasan dan malam kedinginan mereka bekerja dan itu perlu diapresiasi dan kita beri uang saku bentuk penghargaan dari pemerintah” Tutup Ucu. (M. Rizky Arbianto)***

Leave a Reply