Cimahi, Gemamitra.com – Mencegah anak terjerumus penyalahgunaan narkotika tidak cukup hanya dengan melarang. Orang tua perlu memahami lingkungan pergaulan anak, membangun komunikasi, sekaligus memiliki pengetahuan tentang bahaya narkotika.
Kesadaran itulah yang terlihat dalam kegiatan Penguatan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bertema “Ngawangun Generasi Muda Panca Waluya, Jabar Beresih Narkoba” di Gedung Serbaguna Sindang Sari, Cimahi, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat tersebut tidak hanya menyasar generasi muda. Sejumlah orang tua hadir langsung untuk mendapatkan pemahaman tentang bagaimana keluarga dapat menjadi benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.
Mereka datang bukan sekadar mendengarkan materi. Para bapak dan ibu diajak memahami langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga agar anak tidak mudah terpengaruh penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan dibuka Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat, Irman Nugraha, S.H., M.H.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow yang menjadi ruang dialog mengenai upaya P4GN dari berbagai perspektif.
Empat narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Kepala Badan Kesbangpol Kota Cimahi Sugeng Budiono, S.Sos., M.T., Anggota DPRD Kota Cimahi Hj. Enil Fadahliza, M.Pd., akademisi Dr. Komarudin, M.Pd., serta Kepala Tim Pencegahan BNN Jawa Barat Apt. Yohanes Eko Ariyanto, S.Si., M.Si.
Kehadiran BNN Jawa Barat memberikan kesempatan kepada para orang tua untuk mendapatkan informasi mengenai pencegahan narkotika secara langsung dari pihak yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
Pesan yang disampaikan pun tidak berhenti pada persoalan penindakan. Pencegahan justru perlu dilakukan jauh sebelum persoalan muncul.
Di sinilah keluarga memiliki peran penting.
Orang tua dapat memulainya dari hal sederhana, seperti membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, mengetahui lingkungan pergaulan, memberi ruang bagi anak untuk bercerita, serta menciptakan suasana rumah yang nyaman dan positif.
Dari perspektif pemerintah daerah dan legislatif, pencegahan narkotika juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sementara dari sisi akademik, pendidikan dan pembentukan karakter menjadi bagian penting agar anak memiliki pengetahuan dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat.
Karena itu, anak tidak cukup hanya diberi larangan. Mereka membutuhkan pendampingan, komunikasi, pengetahuan dan lingkungan yang mendukung.
Pembahasan tersebut mendapat perhatian peserta. Para orang tua dapat menghubungkan materi yang disampaikan dengan kondisi yang mereka hadapi sehari-hari di lingkungan keluarga.
Semangat pencegahan kemudian dikaitkan dengan nilai Panca Waluya, yakni Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer. Nilai tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, berintegritas, berpengetahuan dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
Antusiasme para orang tua menunjukkan bahwa persoalan narkotika bukan hanya urusan pemerintah atau aparat penegak hukum. Persoalan tersebut juga menjadi perhatian keluarga yang setiap hari berhadapan langsung dengan perkembangan anak.
Melalui kegiatan ini, Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat mempertemukan unsur keluarga, pemerintah, legislatif, BNN dan akademisi dalam satu ruang dialog.
Pesannya sederhana, tetapi penting: pencegahan narkoba bisa dimulai dari rumah.
Dari percakapan orang tua dengan anak. Dari perhatian terhadap pergaulan. Dari keberanian orang tua untuk belajar. Dan dari kesediaan keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan pengetahuan, pendampingan dan perlindungan.
Langkah kecil dari keluarga itulah yang diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan generasi muda Panca Waluya dan Jabar Beresih Narkoba.**


















