Gemamitra.com – Kab. Tasik
Sejumlah santri yang tersebar di 39 (tiga puluh sembilan) kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya turut dilibatkan dalam pengawasan penyelenggaran Pemilihan Umum 2019 yang akan digelar pada tanggal 17 April 2019 mendatang. Pelibatan santri ini sebagai upaya pengawasan partisipatif. Acara ini diselenggarakan di Hotel Horison Tasikmalaya. Turut menjadi narasumber, Bawaslu Provinsi Jawa Barat dan Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya.

“Bawaslu terus bergerak, melibatkan pengawasan partisipatif dari berbagai kalangan. Salah satunya dari kalangan santri,” kata Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Djuanda, seusai menghadiri Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bagi Santri di Hotel Horison Tasikmaya, Senin (18/2/2019).

Dalam sosialisasi ini, sejumlah santri dikenalkan pada materi materi kepemiluan pada setiap tahapan, mulai dari pencalonan, kampanye, dana kampanye, logistik serta pemungutan dan penghitungan suara. “Diharapkan santri paham tentang kepemiluan, artinya jika menemukan dugaan pelanggaran segera bisa melapor ke Bawaslu,” kata Dodi.

Dodi berharap pasca dilaksanakannya kegiatan ini, para santri termasuk masyarakat dapat ikut serta berperan aktif dalam melakukan pengawasan di setiap tahapan serta melaporkan seluruh dugaan pelanggaran yang terjadi kepada pengawas pemilu setempat.

“Sejauh ini masih hasil dari pengawasan kita, belum ada hasil laporan dari masyarakat. Kita harapkan nanti masyarakar pro-aktif dalam mengawasi jalannya pemilu dan jangan takut untuk melapor jika ada pelanggaran,” tambah Dodi.

Selain melibatkan santri dalam pengawasan partisipatif, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya juga merangkul elemen-elemen lainnya yakni pelajar, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Hal ini dilakukan, agar pengawasan bisa berjalan optimal.

“Karena kita sadar dengan keterbatasan anggota Bawaslu, makanya peran aktif masyarakat sangat diperlukan,” kata Dodi. (***)

Sumber: Bawaslu Kab. Tasikmalaya