Tasikmalaya – Gemamitra.com | Kepala SMK Nurul Huda Al-Badrudiniyah, Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Resti Eka Maryam, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dirangkaikan dengan pelatihan jurnalistik berbasis pesantren bertema “Santri Menulis, Dunia Menyapa”.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) INU Tasikmalaya bekerja sama dengan Dinas Sosial PPKB P3A melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, dan digelar di lingkungan SMK Nurul Huda pada Rabu, 28 Januari 2026.
Menurut Resti, kegiatan sosialisasi tersebut sangat membantu siswa, khususnya karena karakter peserta didik di lingkungan pesantren yang cenderung pendiam serta memiliki keterbatasan akses terhadap informasi digital.
“Saya merasa terbantu dengan adanya sosialisasi ini. Mudah-mudahan anak-anak bisa memahami apa yang telah disampaikan. Peserta didik di sini cenderung pendiam karena berada di lingkungan pesantren dan tidak terlalu banyak mengakses media sosial,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa siswa di SMK Nurul Huda tidak menggunakan gawai secara bebas. Akses gadget hanya diberikan satu kali dalam sepekan, yakni setiap hari Jumat dari selepas Dzuhur hingga Maghrib, kemudian kembali dikumpulkan oleh pihak sekolah.
“Kalau tidak diberikan pemahaman di sekolah, mereka jadi kurang tahu. Maka adanya sosialisasi seperti ini sangat membantu anak-anak kami,” tambahnya.
Selain itu, Resti menekankan pentingnya pengembangan bakat dan minat siswa meskipun berada dalam sistem pendidikan pesantren yang memiliki batasan tertentu.
“Saya selalu berpesan agar anak-anak tetap mengembangkan bakat dan minatnya. Meskipun ada batasan di pesantren, potensi itu harus tetap dikembangkan seperti anak-anak di luar,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN INU Tasikmalaya yang telah hadir dan memberikan pembelajaran baru bagi para siswa. “Mudah-mudahan ilmu yang diberikan bermanfaat untuk kami semua,” ucapnya.
Saat ini, SMK Nurul Huda memiliki enam rombongan belajar dengan total 65 siswa dan tiga jurusan, yakni Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Akuntansi. Meski jumlah siswa per jurusan terbilang minim, pihak sekolah tetap membuka dan menampung siswa sesuai dengan minatnya.
“Kami tetap menampung meskipun satu jurusan hanya empat siswa. Daripada anak dipindahkan ke jurusan lain dan akhirnya memilih mundur, lebih baik kami beri wadah,” jelasnya.
Lebih lanjut, sebagai sekolah swasta di bawah naungan Yayasan Nurul Huda Al-Badrudiniyah, Resti berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah, khususnya dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.
“Kami sangat mengharapkan bantuan, terutama ruang kelas dan peralatan. Lahan sebenarnya tersedia milik yayasan, namun kami terkendala jumlah siswa dan persyaratan bantuan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meskipun sebagian kegiatan belajar mengajar dilakukan di lingkungan pesantren, siswa justru merasa lebih nyaman belajar di sekolah meski dengan fasilitas yang terbatas.
“Anak-anak malah bilang, ‘Bu, meskipun berdesakan di sini, yang penting belajar di sekolah.’ Jadi yang paling kami butuhkan saat ini adalah ruang kelas dan peralatan,” pungkasnya.
SMK Nurul Huda Al-Badrudiniyah sendiri memiliki 18 tenaga pendidik, yang sebagian besar merupakan warga setempat dan alumni pesantren. Seluruh tenaga pendidik tersebut terus berkomitmen mendampingi siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang berani, kreatif, serta siap mengenal dunia luar melalui berbagai kegiatan pendidikan dan sosial. (Pakesit)***


















