Tasikmalaya – Gemamitra.com | Pihak Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) 505 Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut ratusan siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) diduga tidak menerim Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama empat bulan.
Kepala Dapur MBG 505, Yogi, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Menurutnya, seluruh proses produksi dan distribusi makanan bergizi dilakukan berdasarkan data resmi yang diterima dari pihak sekolah.
“Setiap jumlah makanan yang diproduksi dan didistribusikan selalu mengacu pada data siswa yang hadir dan berhak menerima layanan pada hari tersebut,” ujar Yogi dalam keterangannya kepada media, Sabtu 30/05/2026.
Ia menjelaskan, jumlah siswa kelas XII yang terdaftar sebagai penerima manfaat MBG sebanyak 697 orang. Namun, sejak 1 Desember 2025, mayoritas siswa kelas XII melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di berbagai lokasi di luar sekolah sehingga tidak berada di lingkungan sekolah untuk menerima layanan MBG secara langsung.
Atas kondisi tersebut, distribusi MBG kepada siswa kelas XII selama masa PKL dihentikan sementara dan kembali berjalan normal pada 5 April 2026 setelah para siswa kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Selama periode tersebut, alokasi distribusi makanan disesuaikan dan diberikan kepada guru serta tenaga kependidikan dengan jumlah 312 porsi. Penyesuaian ini, kata Yogi, dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dalam pelaksanaan program.
Selain itu, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap melakukan pelaporan penggunaan dana harian sebagai dasar penyaluran anggaran melalui mekanisme auto top up. Karena itu, sisa dana bantuan pemerintah masih tersimpan dalam Virtual Account (VA) dan tercatat secara administratif.
Yogi juga menegaskan bahwa seluruh proses distribusi dapat dipertanggungjawabkan. Hal itu dibuktikan dengan dokumen surat jalan pengiriman dari dapur MBG serta berita acara atau bukti serah terima dari pihak sekolah.
“Kesesuaian antara jumlah makanan yang dikirim dan diterima selalu mengacu pada data kehadiran aktual di sekolah. Tidak ada selisih ataupun pengurangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Menurutnya, informasi yang menyebut siswa penerima manfaat yang sedang PKL tidak diberikan MBG perlu diluruskan. Yang terjadi adalah penyesuaian distribusi berdasarkan kondisi riil dan data kehadiran siswa selama pelaksanaan PKL.
Pihak Dapur MBG 505 menyatakan tetap berkomitmen menjalankan program penyediaan makanan bergizi secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku demi mendukung keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis bagi para penerima manfaat.
“Kami akan terus menjaga prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam setiap proses distribusi agar program ini dapat berjalan optimal dan tepat sasaran,” pungkas Yogi.**


















