Gemamitra.com – Kota Tasikmalaya

SDN Pasirjaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD tahun 2020. Sebanyak 14 SD se-Kecamatan Purbaratu ikut dalam ajang ini, meliputi mata pelajaran Matematika dan IPA guna menjaring peserta didik yang akan melaju sebagai perwakilan ke tingkat Kota Tasikmalaya.

Sebagai tuan rumah untuk pertama kalinya, SDN Pasirjaya dengan antusias melakukan upacara penyambutan oleh iringan drumband yang para pemainnya siswa siswi dari mulai kelas 3-6 pimpinan Redi Sumarli.

Kepala Sekolah SDN Pasirjaya Yoyo Sudarsono menyambut gembira dan menjadi kesempatan bagi SDN Pasirjaya untuk mensukseskan kegiatan ini.

“Ini merupakan suatu penghormatan sekaligus pengalaman yang baik bagi kami untuk membantu mensukseskan OSN SD ini. Kami berharap muncul juara dari SDN Pasirjaya yang berkesempatan untuk mewakili kecamatan di tingkat Kota, ungkap Yoyo.

Sementara itu salahsatu Pengawas SD wilayah Purabatu dan Cibeureum Emus Muslim mengatakan bahwa soal-soal yang dibuat langsung oleh tim pengawas, sehingga para guru tidak tahu menahu tentang materi yang menjadi soal untuk siperlombakan kepada peserta.

“Kami menyiapkan materi soal untuk seleksi peserta didik yang nanti terpilih untuk lanjut ke tingkat Kota. Soalnya pun dipilih dari materi-materi pembelajaran yang sudah dipelajari dan disesuaikan dengan perkembangan pendidikan sekarang agar anak-anak berkembang dan intens”, papar Emus.

Sementara Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Menak Jaya Daniaty Sri Danial mengatakan, OSN SD menjadi motivasi untuk siswa-siswi dalam ini adalah peserta untuk selalu berprestasi dan dapat mewakili kecamatan nya menuju tingkat Kota nanti.

Menurutnya kegiatan ini sangat bagus sekali, terlebih mereka para peserta telah melewati penyaringan dari sekolahnya masing-masing sehingga ada motivasi juga untuk berprestasi.  

“Jadi yang hadir hari ini adalah sudah yang terbaik, dan kita dari KKG juga berusaha mencari pembaharuan-pembaharuan tentang kegiatan belajar mengajar. Kita sharing dengan guru pengajar tentang system belajar dengan metode-metode yang lebih kreatif ”, pungkas  Daniaty. (M. Rizky Arbianto)***