Situbondo Mengadakan Hatedu 2019 Besar-Besaran

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Gema Mitra – Kab. Situbondo, Jawa Timur
Bidang Teater dan Sastra – Dewan Kesenian Situbondo turut menginisiasi peringatan Hatedu 2019 sebagai wujud partisipasi atas perkembangan teater dan sastra di Indonesia. Hari Teater Dunia (Hatedu) yang jatuh pada 27 Maret lalu.

Bentuk kegiatannya adalah Parade Teater dan Sastra Se-Nusantara yang akan digelar pada Sabtu-Minggu/ 6-7 April 2019 yang berlokasi di Desa Olean (Zona Wisata KK 26), Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Dengan mengundang 25 Kelompok Teater dan 55 Penyair Se-Nusantara dengan Tema “Membaca Indonesia”, tak hanya itu Desa Olean yang saat ini sedang mengembangkan desa wisata Karangkene’ (KK 26), bersedia menjadi tuan rumah dalam peringatan Hatedu 2019. Alasan Desa Olean mengambil inisiatif menjadi tuan rumah ialah untuk mengembangkan kesenian dan budaya di desanya. Mengingat di Desa Olean terdapat beberapa ragam seni pertunjukan tradisional yang dikembangkan oleh masyarakat di sana.

Beberapa seni pertunjukan tradisional yang berkembang di Desa Olean ialah Ritual Penyucian Ketua Adat KK 26, Rangong Dhema, Pojhian KK 26, Tari Ondhur Dhateng, Burdah, Hadrah, Can-Macanan, Topeng, dan sebagainya.

Dari beberapa ragam seni pertunjukan yang ada di Desa Olean tersebut tentu bisa dikembangkan menjadi sumber inspirasi/pengetahuan tradisional bagi pelaku seni teater dan sastra. Karena itu, kami mengundang kawan-kawan pelaku teater dan sastra se-nusantara untuk menyerap pengetahuan/inspirasi di Desa Olean. Selanjutnya, hasil inspirasi tersebut bisa ditampilkan dalam bentuk pertunjukan teater dan sastra, Harapan kami pertunjukan tersebut ialah agar masyarakat, pelaku seni teater dan sastra, serta generasi muda di Kabupaten Situbondo bisa mendapat pengalaman literasi dari pementasan seni teater dan sastra.

“Melalui Peringatan Hatedu, Bidang Teater dan Sastra – Dewan Kesenian Situbondo ingin menunjukkan bahwa antara seni, alam, wisata, dan literasi adalah bagian yang harusnya tak terpisahkan demi kemajuan sebuah bangsa, dan hatedu di Situbondo ini bukan pertamakalinya sebelumnya juga pernah mengadakan hatedu tapi di tingkat Kabupaten dan Tahun ini kita panitia mengadaan hatedu dengan acara yang lebih besar dan lebih dari Tahun-Tahun sebelumnya.” ujar Dedy Moerdhaniel saat diwawancarai Gema Mitra sebagai Ketua Pelaksana dalam acara tersebut.

Juga Sahaya Santayana sebagai perwakilan dari Kota Tasikmalaya yang diundang untuk membacakan puisinya di acara tersebut bersama 55 Penyair Se-Nusantara. (Emranss)

Leave a Reply