Gemamitra.com – Garut
Datangnya musim penghujan bagi sejumlah wilayah yang kekeringan menjadi berkah karena air menjadi lebih mudah didapatkan. Namun tak sedikit akibat hujan deras disertai angin kencang membuat musibah bagi beberapa daerah seperti yang dialami di Legok Pulus awal Desember lalu yang mengakibatkan beberapa atap rumah warga terbawa angin dan pohon-pohon disekitar pemukiman dan lahan Perhutani roboh.

Hal tersebut juga dialami oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Garut, kejadian tersebut membuat sebagian aset transmisi terganggu karena tertimpa pohon besar milik Perhutani antara Tower 9-10 SUTT 150 KV Kamojang – Darajat. Walaupun tidak menyebabkan pemadaman, namun petugas PLN ULTG Garut harus bekerja keras untuk mengamankan pohon besar setinggi 17 meter dan berdiameter 1 meter.

Alhamdulillah berkat kesigapan petugas PLN ULTG Garut dan koordinasi yang baik dengan petugas Perhutani, pohon tersebut bisa segera dievakuasi dan SUTT 150 kV Kamojang – Darajat bisa dinormalkan kembali.

Berdasarkan pantauan Tim Gemamitra.con dilapangan ada beberapa lokasi yang terdapat pohon tumbang diantaranya, Desa Sukakarya Kec. Samarang disekitaran wilayah Hutan Lindung Kamojang.

Anang (35), Warga sekitar menyebut bahwa pohon tumbang akibat angin kencang yang dibarengi hujan lebat menimbulkan suara gemuruh. “Mencekam sekali ketika pohon besar itu meliuk-liuk dihantam angin kencang sebelum akhirnya roboh,” ujarnya.

Sementara Andrey petugas SPV Gardu Induk Kamojang mengatakan, kejadian-kejadian serupa bisa saja kembali terjadi, baik di jalur yang sama atau lokasi lainnya yang dilewati jaringan listrik. Oleh karena itu PLN memberikan himbauan kepada warga untuk senantiasa berhati-hati dan melaporkan apabila ada pohon yang sudah mendekati batas aman sesuai ketentuan untuk keselamatan masyarakat sekitar dan juga untuk keandalan sistem kelistrikan.

“Kalau menemukan ada pohon yang mengancam kawat listrik bisa melaporkan ke kita sehingga kita langsung melakukan pemeliharaan dengan cara dipangkas. Kami selalu siaga penuh agar kemudian saat menerima laporan atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan langsung ditangani dengan cepat dan tepat,” pungkas Andrey. (Akoh)***