Anggota DPRD Kota Tasik H. Murjani: Honor RT / RW dan Insentive Guru Honorer Sangat Rendah

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Gemamitra.com | Tasikmalaya

Rapat Badan Anggaran Kamis 22 Okt 2020 terasa suasana berbeda dan menyita perhatian peserta rapat saat dirinya mengusulan 3 tema besar yang harus dibahas dalam rapat banggar kali ini yaitu PAD harus naik 10% dan saya usulkan Kenaikan Honor RT / RW naik 100%, serta usulan kenaikan Insentive untuk Guru Honorer SD, SMP, MI serta MTS 350%. Hal itu diungkapkan H. Murjani, SE., MM Anggota Banggar/ Fraksi Gerindra.

Dia menuturkan, bahwa gagasan teesebut perlu di bahas karena selama dirinya 1 tahun di DPRD dan sudah 3 kali reses menyerap aspirasi masyarakat selalu muncul 2 hal yaitu honor RT /RW dan Honor Guru Honorer untuk diperjuangkan.

“Saya duduk di Komisi II & Anggota Badan Anggran yg selalu menghitung kemampuan anggaran terus berupaya mencari sumber dana “, ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, kita tahu bahwa honor per bulan  RT selama ini Rp 100,000 dan RW Rp 125,000. Ini saya survey di 30 kota / Kabupeten secara random ternyata Honor RT / RW kota Tasik sangat rendah menempati urutan ke 29 setelah Kab. Magetan Jatim dan Honor tertinggi di DKI Jakarta senilai 2 juta rupiah / bulan. Kalau wartawan mau ini saya lampirkan data hasil survey Honor RT RW 30 kota / Kab Kota Tasik Jumlah RT ada 3,482 dan RW 835 kalau Honor naik 100% maka dibutuhkan penambahan Anggaran  5,431 M.

“Untuk Guru Honorer SD, SMP, MI, MTS  ada 2,700 dan ini kalau dikurangi yang sudah mendapat fasilitas dari pemerintah masih ada yg Honor 200 sapai 300 ribu / bulan sebanyak 1,462. Kalau dinaikan 350% atau 700 ribu / bulan maka dibutuhkan penambahan anggaran 8,772 M. Sehingga untuk 2 hal ini diperlukan anggaran 14,203 M / Tahun. Itu hitungan saya saat rapat kemarin yang dihadiri oleh Pimpinan dan anggota banggar dan TAPD serta seluruh dinas penghasil pendapatan,” paparnya.

H. Mujani menjelaskan, ada berapa cara utk menutup anggaran sebesar 14,203 M yaitu bisa efisiensi anggaran belanja dan bisa juga perampingan struktur organisasi / Dinas yg saya lihat perlu perampingan atau penggabungan beberapa dinas, juga bisa dari Peningkatan PAD yang saya melihat sangat besar potensinya naik 10% dari target yang ditetapkan dalam KUA PPAS saat ini 301 M.

“Dalam rapat sudah saya bongkar bahwa setelah dipotong pendapatan dana transitoris RS sisa 151 M, Kalau ini naik 10% maka ketemu angka 15 M (nah angka ini untuk menutup kenaikan honor tadi. Ada potensi yang bisa kita gali dari 3 dinas yaitu dari Dishub, Bapenda dan Lingkungan Hidup. Sudah diputuskan bahwa senin 28 Agustus saya sebagai TIM pencari PAD akan membahas dengan 3 dinas tersebut,” pungkasnya. (Red)***

Leave a Reply