Gemamitra.com – Kota Tasikmalaya

Apel dan Pekan Ta’aruf Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hidayah Bojongnangka, Kel. Sukamenak, Kec. Purbaratu berlangsung khidmat, Senin, 20/07/2020.

Acara tersebut berlangsung di lapangan Nurul Hidayah Bojongnangka dimeriahkan oleh pentas seni dan dihadiri oleh pimpinan umum KH. Entang Bunyamin Ks, pembina sekaligus pendiri  H. Imih M. Munir, Camat Kecamatan Purbaratu Wawan Gunawan, Ketua PGM Kota Tasikmalaya Asep Rizal Asy’ari serta tamu undangan lainnya.

Entang Bunyamin Ks selaku Pimpinan Umum Ponpes Nurul Hidayah Bojongnangka mengatakan kegiatan tersebut berjalan lancar. Dia berharap kader-kader santri di pondok pesantrennya bisa mendapatkan ilmu yang manfaat, khususnya untuk agama, bangsa, dan negara.

“Alhamdullilah kegiatan Apel dan Pekan Taaruf berjalan lancar dan kondusif. Di sini taidak hanya pesantren salafi saja, tetapi ada juga yang formalnya, dan ada pesantren khusus tahfidz qur’an dari tingkat SD sampai SMA/SMK,”, ungkap Kiai Entang.

Imih M. Munir selaku bagian dari Pendiri Ponpes Nurul Hidayah Bojongnangka mengatakan Pesantren tersebut dari tahun ke tahun mengalami banyak kemajuan, yang bisa dilihat dari peserta didik, kualitas, dan prestasi.

“Pesantren ini kan intinya never ending process ya, artinya terus berjalan, terus maju jadi tiap tahun selalu ada banyak progress kemajuan, yang bisa kita lihat dari jumlah peserta didik terus bertambah, dari sisi kualitas juga bertambah. Kemudian segi prestasi dan bangunan juga berkembang cukup signifikan,”. Paparnya.

Imih menambahkam bahwa pesantren tersebut tidak fanatik bicara hitam putih dalam sesuatu, Pondok Pesantren Nurul Hidayah memberikan ruang ekspresi bagi santri-santri yang diharapkan nyaman dalam menjalani pendidikan.

“Kemudian dari segi event-event yang diselenggarakan di sini, karena pesantren ini tidak fanatik bicara hitam putih dalam sesuatu, di sini kita memberikan ruang buat semua bagi mereka yang ingin berekspresi, sehingga anak-anak di sini jadi enjoy dan betah, hal itu tidak terlepas dari figur pimpinan yang berpikir moderat,”ujarnya.

Imih berharap ke depan ada banyak dimensi-dimensi baik itu kualitas proses, proses belajar mengajar yang semakin bagus, terarah, dan terpadu yang ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai. Hal itu akan terjalin kalau dimanage dengan baik oleh pihak pesantren dan yayasannya.

“Jadi rencana kedepan, kita akan perkuat di sisi yayasannya bagaimana cara membangun managerial yang bagus, kompak, dan solid, yang disepakati bersama dan dilaksanakan oleh semua para civitas,” pugkasnya.

Sementara Kepala Sekolah MTs Bojongnangka Asep Hamjah Taufik, S. Ag menjelaskan di lingkungan pesantren Nurul Hidayah Bojongnangka tidak menghilangkan kekhasan pola pendidikan khas Bojongnangka yaitu mempertahankan Al-Qur’an yang dibagi menjadi 2 yaitu Tilawah dan Khasib. Sementara pendidikan dan karakternya mengambil dari kurikulum dari pesantren modern Gontor, Salafiyahnya dari Krapyak, Jogjakarta, dan Al-Hikam dari Sumedang.

“Kita di sini meski di lingkungan pesantren tetap tidak menghilangkan kekhasan pola pendidikan khas bojongnangka, karakternya yaitu tetap kita pertahankan al-qur’an, kemudian al-qur’an itu kita bagi 2 jadi ada tilawah dan khasib. Kemudian tilawah dan Hafidz ini pendidikan mandirinya, sementara untuk pendidikan dan karakternya mengambil kurikulum dari pesantren modern gontor, kemudian dari salafiyahnya kita ambil dari krapyak, Jogjakarta, al-hikam dari sumedang,” tutup Asep.

Sementara Ketua Persatuan Guru Madrasah (PGM) Asep Rizal Asy’ari sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Ponpes Nurul Hidayah Bojongnangka.

Dia menyatakan bahwa sekolah yang ada pesantren tersebut merupakan sekolah terbaik yang ada di kota Tasikmalaya. Hal itu terbuti dari raihan prestasi dan animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di pesantren tersebut. “Sukse untuk Ponpes Nurul Hidayah Bojongnangka,” ujarnya. (M. Rizky Arbianto)***