Diduga Kerap di Bullying Siswi Kelas V MI di Tasikmalaya Meninggal Dunia

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Gemamitra.com – Tasikmalaya

NA (11) siswi madrasah ibtidaiyah (MI) yang diduga menjadi korban perundungan (bullying) di Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat meninggal dunia pada Kamis 30 Januari 2020 setelah menjalani perawatan selama dua pekan lebih di RSUD SMC Tasikmalaya.

Naila yang merupakan seorang siswi kelas V SD sekaligus warga Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, diduga sering diolok-olok atau di-bully hingga akhirnya korban mengalami depresi berat dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut keterangan dari beberapa sumber, Naila dirawat sejak tanggal 18 Januari 2020 lalu. Dia tak bisa diajak komunikasi, matanya ‘molotot’ dan diam membisu. Padahal, sebelumnya putri pasangan Eutik dan Mastur ini normal layaknya bocah seumurannya yang riang bermain dan belajar. Diduga, kondisi stres dan trauma berat tersebut karena kerap dirundung di lingkungan sekolahnya.

Ato Rinanto Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, bahwa berdasarkan keterangan dari pihak RSUD SMC, korban mengalami sakit meningitis. Sehingga kesehatannya menurun hingga mengakibatkan terjadinya gagal pernapasan.

“Kami sempat menanyakan ke dokter tentang kondisi korban. Katanya, korban mengalami sakit meningitis,” kata Ato seperti dikutip iNews, Jumat 31 Januari 2020.

Terkait hal itu, lanjut Ato, KPAID Tasikmalaya tetap akan melakukan investigasi terkait laporan terjadinya bullying yang dialami korban baik kepada keluarga ataupun kepada sekolah.

Kepala MI Bantarkalong, Wawan mengaku prihatin atas meninggalnya NA. Dia menilai siswi tersebut merupakan anak yang tergolong cerdas di kelasnya.

Wawan mengaku tidak mengetahui apa yang dialami oleh anak didiknya itu. Namun, dia berpesan kepada wali murid dan seluruh siswanya untuk tidak melakukan bullying baik menghina atau mengejek orang lain.

 “Kami juga meminta guru maupun wali kelas agar lebih perhatian kepada siswa dan jika ada siswa yang nakal harap diingatkan,” katanya. (Red)***

No Responses

  1. Anonim

Leave a Reply