Gemamitra.com – Kota Tasikmalaya
Pembagian raport di SDN 3 Nagarawangi Kota Tasikmalaya berjalan lancar dan kondusif sesuai dengan arahan dari Dinas Pendidik dan Dinas Kesehatan kota Tasikmalaya.

Meski diadakan tanpa euforia perayaan seperti tahun-tahun sebelumnya, namun tidak mengurangi kekhidmatan proses penyerahan raport yang langsung diterima oleh orang tua murid.

“Pembagian raport dimulai sejak hari Jumat untuk kelas 1-3 dan hari Sabtu kelas 4-6. Kita laksanakan sesuai dengan arahan dari Disdik dan Dinkes,” ungkap Kepala SDN 3 Nagarawangi Samsu Hidayat, S. Pd, ditemu Gemamitra.com Sabtu 20/06/2020.

Samsu mengatakan penugasan-penugasan yang diberikan untuk belajar dari guru yang bersangkutan bisa disebut tercapai, namun menurutnya tidak maksimal, tetapi di sisi lain untuk raport dan nilai tetap berjalan.

“Selama pembelajarannya kita menggunakan media Daring, perihal penugasan untuk belajar yang diberikan guru bersangkutan bisa dibilang tercapai, cuma mungkin tidak maksimal, bahkan untuk raportpun alhamdullilah kita tetap berjalan, dan nilaipun juga berjalan,” jelasnya.

Salahsatu guru kelas III-A Hernina, S. Pd mengatakan untuk pembagian raport dimulai pada pukul 08.00 WIB yang mana orang tua murid tidak diperkenankan berkerumun di dalam kelas, jadi sistemnya ada yang 1 orang-1 orang, adapun paling banyak 2 orang.

“Jadi tidak berkerumun di dalam kelas karena sekolah kami menjalani protokoler kesehatan, jaga jarak, dan menggunakan masker pada saat memberikan raport kepada mereka, jadi saya menunggu orang tua murid sampai sore,” terang Hernina

Hernina memaparkan selama anak didiknya belajar via Dalam Jaringan (Daring) terdapat efek dari nilai yang naik dan turun, hal itu menurutnya disebabkan oleh berdiam di rumah yang mengakibatkan si anak yang tadinya rajin menjadi malas begitupun sebaliknya.

“Jadi yang tadinya pintar dan rajin di kelasnya tiba-tiba diberi tugas via Daring si anak jadi malas rangkingnya turun, ada juga sebaliknya yang tadinya malas tapi dia rajin saat diberi tugas via Daring, nilainya bagus dan otomatis ranking juga naik,” papar Hernina.

Sementara itu salah satu orang tua murid dari Muhammad Abhirama Kasyafani kelas III yang naik ke kelas IV, Rani Hindayani mengatakan pembelajaran di rumah via Daring, banyak sekali hambatannya. Kebanyakan anak-anak tidak mau bekerjasama dengan orang tua. Jadi susah diatur semaunya dia.

Hal itu menurut Rani berbanding terbalik dengan anak belajar di sekolah. Mereka dibimbing sama guru dan teman-temannya juga banyakan.

“Jadi kalau di rumah itu dia cenderung malas kalau sama orang tua apalagi anak saya itu ada adiknya terus ada Tv, jadi suka diganggu gitu, sementara orang tua juga punya tugas yang lain, jadi tidak fokus beda kalau berada di sekolah,” papar Rani. (M. Rizky Arbianto)***