Hari Teater Dunia 2019 Resmi dibuka Bupati dan Wakil Bupati Kab. Situbondo

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Gema Mitra – Kab. Situbondo, Jawa Timur
Sabtu, 6 April 2019. Acara Hari Teater Dunia “Hatedu” 2019 resmi digelar pada pukul 08.30 WIB dengan pembukaan yang bekerjasama dengan Pokdarwis dan warga desa karangkene’ olean.

Dimulai dengan peserta yang didampingi panitia yang bertugas untuk menghadiri penyucian ketua adat kampung KK 26 yang tak jauh dari lokasi acara yang sedang berlangsung di pelataran rumah ketua adat tersebut, saat itu rangkaian demi rangkaian ritual dilakukan dimaksudkan untuk menolak bala, dan berdoa agar Hatedu 2019 berlangsung lancar dan desa tersebut diberi ketentraman dan kedamaian dengan Pojhien/Pujian yang disusul kirab pusaka raden darsono juga pusaka pangeran tunggul angin.

Alt

Penyucian ketua adat tidak hanya dilakukan oleh warga sekitar saja tetapi Wakil Bupati Situbondo Yoyok Mulyadi, Ketua Pelaksana Dedy Moerdhaniel, juga seniman/ Budayawan baik dalam daerah maupun luar daerah turut andil dalam upacara siraman tersebut. Setelah semua telah melaksanakan ritual, lalu dengan bersama-sama pengunjung dan ketua adat diarak menuju tempat lokasi dikarenakan ada sambutan-sambutan dari pihak pemerintahan dan dewam keseniam situbondo “Saya mengapresiasi dan mengikuti acara ini. Atas nama pemerintah Kabupaten Situbondo dan pribadi saya berusaha untuk menemani dan ada di temgah-tengah anda semua” Yoyok Mulyadi ujarnya saat sambutan mewakili Bupati yang belum hadir di hadapan khalayak dan tamu undangan.

Beliau berharap agar acara seperti ini harus terus dilaksanakan tiap tahunnya. Karena Kab. Situbondo sedang gencar-gencarnya membuka destinasi wisata di Daerah tersebut dan harus ada penerus dari kalangan muda saat ini.

“Di Kab. Situbondo ini ada 13 destinasi wisata, salahsatunya desa Karangkene’ Olean/ KK 26 ini” yoyok menambahkan dalam paparannya. Destinasi-destinasi tersebut adalah Taman nasional baluran, Pantai pasir putih, Pantai bilik, Pantai lempuyangan, Pantai tangsi, Pantai keperan, Pantai pathek, Pantai Balonan, Pantai banongan, Pantai bama, Puncak rengganis argopuro, dan Padang rumput sikasur.

Karena mengingat bahwa geografis di Kab. Situbondo yang dijuluki sebagai Surga Burung, dan Afrikaanse Van Java ini diluncurkan pemerintah “Bagaimana caranya Kab. Situbondo harus lebih dari Kabupaten-Kabupaten lainnya” pungkas dari yoyok tersebut dalam acara yang berlangsung khidmat dan tertib walau cuaca sangat panas sekali.

Tak lupa setelah itu berbagai sambutanpun bergulir ke ketua pelaksana Dedy Moerdhaniel yang juga dihadiri Kepala Desa Karangkene’ Olean, Camat, juga Ketua Dewan Kesenian Situbondo Edy Priyono S. Sos.

“Selamat datang bagi kawan-kawan luar Daerah dan dalam Daerah. Sumber dana untuk terlaksananya kegiatan ini 85%nya adalah dari warga dan desa olean” Dedy menyebutkan, yang sekaligus juga pegiat di Merdeka Sendiri.

Lalu sambutan mengalir ke Ketua Dewan Kesenian Situbondo yang lebih menitikberatkan bahwa kawan-kawan yang hadir dari luar dan dalam Daerah dapat mensosialisasikan wisata-wisata Situbondo ke masing-masing daerahnya yang saat itu dihadiri peserta dari Lumajang, Madiun, Nganjuk, Jember, Malang, Yogyakarta, Tasikmalaya, juga Banyuwangi dl sebagainya.

Ketua Dewan Kesenian Situbondo bahkan menuturkan bahwasannya “kegiatan Hatedu 2019 ini termasuk kegiatan yang nekat karena tidak ada dana khusus di Dewan Kesenian Situbondo untuk men-support acara ini. Hatedu ini kita terapkan sebagai langkah terapan untuk Sastrawam dan Teaterawan untuk mempunyai ruang agar dilaksanakan setiap Tahunnya dengan panggung-panggung yang lebih ramai, kalau Dewan Kesenian tidak ada anggaram khusus, Pemerintah Kabupaten Situbondo, Bupati dan Wakil Bupati siap membantu. Juga Dewan Kesenian Situbondo sebagai penghasil seni, tugas dewan kesenian itu berat karena selain punya karya juga harus mensosialisasikan seni ke Masyarakat”. Penjelasan edy dalam paparannya.

Lalu kepala desa Amsori juga memberikan sambutannya, beliau sangat senang ketika desa yang sedang dijabat olehnya kedatangan Seniman, Penyair, Teaterawan, Nasional.
Setelah itu ada pembacaan puisi dari Kepala desa dan Kelompok Disabilitas Kab. Situbondo yang membawakan puisi yang berjudul Kita Inklusi : Semua Pasti Berarti karya Marlutfi Yoandinas.

Setelah pembacaan puisi tersebut tak lama Dadang Wigiarto sebagai Bupati Kabupaten Situbondopun datamg untuk meresmikan acara dengan langsung menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dengan tertib, setelah itu tanpa jeda pembawa acara langsung memanggil Bupati untuk memberikan sambutan sekaligus peresmian acara dan beliau menuturkan “atas nama Bupati saya mengucapkan terima kasih karena telah mendukung pariwisata di Situbondo, mudah-mudahan dengan Hatedu 2019 ini bisa meramaikan wisata KK 26 Olean ini yang terus diminati masyarakat Situbondo yang masih asri dan oroginil juga tak lupa bahwa dewan kesenian selalu berusaha, dewan kesenian juga berhasil mempersatukan seniman/ budayawan dan hanya dewan kesenian yang dapat menelorkan tari-tari tradisi masyarakat yang disebut sebagai tari landung, yang mustahil dilakukan pemerintahan. Pemerintah cuma memberikan dana stimulan-stimulan saja. Penjelasan dadang di depan warga olean dan tamu undangan.

Juga tak hanya itu Bupati juga memberikan dukungan bahwasannya “KK 26 tidak akan lapuk, tidak akan pernah pudar, sampai kapanpun. Sekali lagi atas nama pemerintah kam sangat gembira, mudah-mudahan bisa menjembatani demi dan kebutuhan pariwisata” pungkasnya dalam pemaparannya itu yang selanjutnya peserta dan tamu undagan, panitia digiring ke wahana wisata Karangkene’ Olean/ KK 26 untuk membacakan puisi yang berjudul Kita Inklusi : Semua Pasti Berarti karya Marlutfi Yoandinas secara serempak di akhir acara dan acara resmi dibuka. (Emrans)

Leave a Reply