Gema Mitra – Kota Tasik
Bertempat di Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya, Forum Komunikasi Kelompok Kerja Guru (FKKKG) melaksanakan kegiatan Workshop Penyusunan Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan Program Kerja KKG (Kelompok Kerja Guru) di Lingkungan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya tahun 2019. Kegiatan tersebut berlangsung 3 hari sejak hari Selasa – Kamis, 8 – 10 Oktober 2019.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Budiaman Sanusi, S.Sos., Rektor Unper Tasikmalaya Prof. Dr. Yus Darusman, M.Si, Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) Disdik Kota Tasikmalaya Asep Sudrajat S.Pd. M.Ak, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD Kota Tasikmalaya Nana Hermawan, S.Pd., M.Pd, para Pengawas Satuan Pendidikan SD, dan para ketua serta jajaran pengurus KKG SD yang ada di Lingkup Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Budiaman Sanusi, S.Sos. mengatakan, Workshop KKG ini sebetulnya bukan barang baru, sudah lama sebagai forum profesional. Dulu tiap gugus ada KKGnya untuk meningkatkan kualitas guru dan peningkatan kualitas pendidikan yang kita evaluasi selama ini. “Geregetnya itu belum dapet, belum maksimal dan belum optimal makanya kita perbaharui dulu dari organisasinya agar mereka memahami,” ujarnya.

Alt

Budiaman menuturkan, bahwa kita sudah punya anggaran dasar, anggaran rumah tangga dengan legitimasi sehingga kalau misalnya ada peluang bantuanpun biasanya organisasi ditanyakan itu termasuk mereka belajar membuat program kerja yang benar sehingga betul-betul asas formal suatu organisasi itu dilaksanakan sesuai dengan ketentuan terutama nanti gerakannya aktivitasnya untuk peningkatan kualitas pendidikan. Disinikan guru-guru bisa belajar, kegiatan-kegiatan seminar dalam wadah KKG buat karya tulis itu bisa dalam wadah KKG.

“Saya ini baru sebagai Kepala Dinas ingin kembali mengaktifkan, karena dulu rasanya sangat berdosa maka kalau sudah kelihatan anggaran dasar-dasar hukumnya sudah ada legitimasinya landasan anggaran rumah tangga kita bimbing untuk diaadakan setiap KKG kemudian kegiatannya juga kita pantau mudah-mudahan kedepan pemerintah kota bisa mensupport karena tetap memerlukan dana untuk perkembangan-perkembangan tertentu saya harapkan KKG menjadi ujung tombak dalam pengembangan kualitas pendidikan,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, kita tahu setelah kita pelajari bahwa pentingnya KKG, Revitalisasi, Optimalisasi Kinerja termasuk lembaganya juga disana akan membantu mereka. Permen RI tentang kenaikan pangkat itu diantaranya untuk karya tulis segala macamnya itu harus difasilitasi oleh KKG untuk point-point tertentu yang diakui tambahan-tambahan sebagai point kenaikan pangkat itu.

“Kita serius dengan penuh keikhlasan, saya sampaikan pendidik ini kalau betul-betul melaksanakan tugasnya itu sama seperti membangun jalan tol ke surga anak-anak yang di didik, berarti membantu mendoakan kita maka dengan keikhlasan dan kerja keras kita akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan itu. “Harapan kita mereka bekerja dengan ikhlas bekerja dengan penuh semangat penuh inovasi tidak mengharapkan dulu adanya anggaran kita bisa swadaya dulu,” pungkas Kadisdik.

Purnomo M.Pd. Ketua pelaksana yang juga Ketua FKKKG (Forum Komunikasi Kelompok Kerja Guru) Kota Tasikmalaya, mengaku bersyukur karena para peserta sangat antusias dengan kegiatan ini. Hari pertama kita membahas tentang anggaran dasar jadi anggaran dasar kita bedah semua kemudian hari keduanya itu tentang anggaran rumah tangga di hari ketiga program kerja kemudian setelah acara ini selesai semua KKG wajib untuk menyerahkan hasil kerjanya kepada Dinas Pendidikan untuk ditandatangani program kerja AD/ARTnya.

“KKG ini memang sudah ada sejak lama akan tetapi keberlangsungannya itu masih beda-beda ada yang berjalan lancar ada yang berjalan tersendat-sendat, seperti yang dikatakan Bapak Kadis, bahwa KKG itu hidup segan mati tak mau. Setelah di analisis alasan itu ada beberapa, ada yang mengatakan bahwa kita itu programnya seperti apa kemudian ada juga masalah pendanaan, tidak ada dukungan dari gugus dan lain sebagainya. Dari situlah kita sepakat untuk mengadakan merevitalisasi semua KKG ini supaya jelas adanya kemudian dibuatnya program kerja yang berlandaskan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga sebagai pengikat untuk keberlangsungan KKG ini.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini supaya ketua KKG pemahaman tentang anggaran dasar kemudian anggaran rumah tangga dan program kerjanya meningkat. Ketika mereka sudah paham, maka KKG itu akan berjalan sesuai dengan koridornya.

“Harapannya KKG ini sudah di bentuk sudah lama, tetapi tidak di tersenduh. Mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini, pihak dinas mulai terbuka. Karena ini adalah wadah untuk guru meningkatkan profesionalismenya. Jadi diharapkan dinas lebih fokus kepada peningkatan profesionalitas guru melalui KKG ini,” harapnya.

Asep Supriadi, S. Pd, M. Pd, salah satu pengawas sekolah SD Kota Tasikmalaya dan pembina forum KKG, mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan ini mudah-mudahan pemberdayaan KKG di masing-masing guru sekolah semakin meningkat. Artinya kedepan KKG dijadikan tempat untuk kebutuhan, kebutuhan para guru dalam pengembangan profesi. Sebab salah satu wadah pengembangan adalah KKG, melalui kegiatan ini jelas menyatukan persepsi seluruh KKG yang ada di Kota Tasikmalaya supaya satu langkah satu persepsi. Pada tataran pelaksanaanya tidak ada penyimpangan terlalu jauh, minimal sudah mendekati. Maka dibungkus dengan anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan program kerja meskipun nantinya untuk program kerja itu akan disesuaikan dengan situasi kondisi lingkungan KKG itu sendiri.

“Jadi jelas ini merupakan langkah-langkah yang sangat didukung oleh Kabid GTK dan Kadisdik sehingga kami merasa bersyukur sebab pembina gugus dan pembina KKG itu pengawas sekolah kalau pengawas sekolah tidak ada jelas itu tidak akan membawa hal yang manfaat oleh karenanya secara pribadi, secara jabatan itu sangat mensupport kepada rekan-rekan guru. Mudah-mudahan ini langkah awal untuk memprofesionalkan KKG itu sendiri,” harapanya.

Dr.H.Dadang Yudhistira,SH.,M.Pd Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya dan juga Pembina Forum KKG Kota Tasikmalaya, mengatakan bahwa Ini workshop di kemas untuk tujuan mematangkan mengenai peran fungsi kewenangan KKG sebagai wadah pembinaan profesi guru berkelanjutan. Ketua gugus harus menjadi leader, menjadi inspirator bagaimana KKG ini menjadi wadah sehingga guru yang ada di gugusnya itu merasa keberadaan KKG ini bermanfaat untuk pengembangan profesi guru.

Alt

Hari ini kita mulai dengan membangun pemikiran bagaimana membuat mekanisme-mekanisme organisasi, pengaturan-pengaturan organisasi yang kemudian direalisasikan dalam bentuk anggaran dasar anggaran rumah tangga KKG esensinya kesana.

“Pengembangan keprofesionalan guru itu mengacu kepada Permenpan No 16 Tahun 2009. Diharapkan guru harus semakin profesional dan inovatif, karena dunia sekarang sudah semakin terbuka peserta didik sudah lebih dulu mengejar informasi jangan sampai guru baru berangkat murid sudah sampai duluan karena untuk informasi anak bisa menggali dengan cara googling kalau sampai guru tidak inovatif boleh jadi apa yang di ajarkan guru tertinggal karena anak sudah lari lebih dulu,” tuturnya.

Nana Hermawan, S.Pd., M.Pd, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD Kota Tasikmalaya yang juga sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut menungkapkan, bahwa untuk meningkatkan profesionalisme guru, yang berdampak pada pemenuhan hak mereka, itu bisa di tempuh secara mandiri. Contoh ketika mau mencapai hak mereka tentang kenaikan pangkat di KKG nanti akan diolah bagaimana memperoleh kredit point atau perhitungan angka kredit.

“Jadi upaya disini bukan hanya pemenuhan kebutuhan untuk meningkatkan profesionalisme saja, tetapi untuk memenuhi reward bagi mereka, kenaikan pangkat bagi mereka. Contoh sekarang banyak terkendala dengan kenaikan gaji berkala karena adanya syarat yang harus di penuhi tentang SKP, tentang target, tentang ketercapain yang digabung dalam hasil penilaian kinerja guru tahunan,” paparnya.

KKG di kota tasik alhamdulillah sangat bagus, apalagi kita bukan hanya KKG tetapi ada Forum KKG jadi ketika dari setiap gugus itu berkumpul dari 10 kecamatan ada 4 – 6 gugus, tiap gugus ada KKG digabungkan lagi di kota jadi Forum KKG Kota Tasikmalaya. (Rara Hanacho)