Gema Mitra – Kab. Tasik

Keterbatasan atau kekurangan dalam diri manusia terkadang jadi penghalang untuk melakukan sesuatu atau beraktivitas layaknya orang sehat dan normal.

Namun hal itu tidak masalah bagi Wawan (59) dan Yana (55) warga Kampung Cikaleker Desa Rancapaku Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya. Hampir 11 tahun Wawan mengalami stroke dan juga Yana adiknya yang dari sejak kecil setiap jalan kakinya harus di seret karena sampai saat ini terus mengecil.

Setelah tanganya bisa gerak, Wawan bingung apa yang harus dilakukannya. Kerja di luar sudah pasti tidak bisa, akhirnya Wawan mengajak adiknya Yana untuk membuka usaha reparasi gitar akustik atau gitar kopong.

“Awalnya saya bingung, apa yang harus dikerjakan, sedangkan anak dan istri harus tetap makan. Setelah tangan saya bisa digerakan, saya bersama adik mencoba membuka jasa reparasi gitar. Dari sana satu persatu ada yang datang, lama kelamaan akhirnya saya mencoba membuat gitar sendiri dan alhamdulilah ada juga yang membeli,” ungkap Wawan.

Dia menjelaskan, untuk menyelesaikan satu gitar ia menghabiskan waktu 3 minggu karena segala sesuatunya dilakukan secara manual. Tapi walaupun pembuatannya dikerjakan secara manual, ia berani bersaing dengan buatan toko dengan memberi garansi 2 tahun. Namun kendala saat ini ia masih kekurangan modal untuk membeli alat alat produksi.

“Saat ini saya tidak punya stok gitar, paling kalau ada yang pesan baru saya bikin. Tapi kalau saya punya modal saya ingin membuat gitar dengan berbagai macam bentuk. Jadi kalau ada yang ingin membeli gitar, tinggal pilih saja tidak harus menunggu lama,” ujarnya.

Wawan bersama adiknya berharap ada orang ataupun pihak pemerintah yang mau memberikan modal untuk membeli segala macam keperluan, seperti gergaji mesin ukir dan lain sebagainya. (Akoh)***