Gema Mitra – Kota Tasik
Mantan atlet PB Djarum asal Tasikmalaya Shazia Nikita atau yang akrab di sapa Inong, mengaku bangga dan bersyukur pernah menjadi bagian dari atlet Bulutangkis di PB Djarum.

Dari ribuan orang yang mendaftar, ia menjadi satu-satunya atlet termuda asal Kota Santri yang lolos audisi PB Djarum di Kudus Jawa Tengah Tahun 2011.

“PB Djarum benar-benar memperhatikan sekali fasilitas buat para atlet. Dari mulai penginapan sekelas hotel bintang lima, makanan yang diawasi oleh para ahli gizi, sarana prasarana yang memadai, Bus sekolah dan lain sebagainya” ungkap Inong, ditemui Gema Mitra Kamis 12/08/2019.

Inong menceritakan, awalnya ia hanya iseng ikut audisi, cuma sekedar menyalurkan hobi dan mencoba peruntungan. Ditengah audisi yang ketat serta proses latihan yang berat, ia harus menunjukan kemajuan yang signifikan, hingga akhirnya ia harus menyerah karena kecelakaan saat berlatih.

“Selama pemulihan, saya diberi kesempatan oleh PB Djarum untuk latihan kembali. Mereka sangat baik dan perhatian, sudah seperti keluarga. Namun, saya memilih untuk mengundurkan diri. Menyesal sih, orang mah susah mau masuk hingga beberapa kali audisi,” tuturnya.

Selama 3 tahun berlatih, yaitu dari tahun 2011-2013 dibawah bimbingan pelatih Maria Kristin Yulianti, banyak sekali ilmu yang didapat. Hal itu ia buktikan dengan raihan prestasi, diantaranya juara 2 Lomba Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMP Tahun 2014, Juara 2 Tunggal Remaja Putri pada Unsil Cup Tahun2015, Juara 1 Bulu Tangkis Perorangan Putri, O2SN SMA 2016, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Inong juga menyesalkan dengan hengkangnya PB Djarum dari pembinaan atlet Bulutangkis. Saya pikir tuduhan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sangat tidak relevan dengan apa yang selama ini dituduhkan. Seluruh atlet diawasi dan diperhatikan, dibentuk untuk menjadi atlet profesional, tidak ada muatan lain didalamnya.

“Sangat tidak setuju, banyak sekali adik-adik kita yang berpotensi dan punya impian untuk masuk ke PB Djarum,” pungkas Mahasiswi Penjas Unsil ini menutup pembicaraan. (Kesit)***