Gema Mitra – Kota Tasik
Muharraman yang sudah ilahar diperingati seluruh umat muslim di Indonesia dengan beragam khas dan tradisi daerahnya masing-masing adalah wujud syukur akan nikmat yang diberikan Alloh SWT.

Beda daerah tentunya akan berbeda pula cara mengekspresikan rasa syukur itu. Seperti halnya Muharraman di daerah Leuwigenta 3 Kelurahan Setianegara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Para muda mudi yang tergabung dalam sebuah wadah GEMULTI (gerakan muda mudi leuwigenta tilu). Mereka bergerak selangkah lebih maju mewujudkan sebuah acara yang diberi nama MABORA (masyarakat botram rame-rame) yang digelar di sepanjang jalan Leuwigenta 3. Sebanyak 3 Rukun Tetangga terlibat dalam acara tersebut.

“Gebyar muharram bagi warga kami merupakan agenda tahunan. Acara MABORA Ini adalah tradisi para sepuh yang ada di Leuwigenta 3. Alangkah bijak, tentunya kita sebagai generasinya berusaha mengingatkan kembali pada masyarakat bahwa tradisi ini harus tetap dijaga dan kita yang muda wajib meneruskannya,” tutur Ilham selaku ketua penyelenggara.

Ilham menuturkan, kegiatan positif seperti inilah yang bisa menyambungkan kembali tali silaturahmi, geliat bergotong royong untuk mempererat rangkulan kekeluargaan. Meningkatkan solidaritas masyarakat dimana saling merasakan susah senang bersama. Kita bisa saling tukar lauk pauk dari tikar satu ke tikar yang lain menjadi salah satu ciri bahwa kami warga masyarakat leuwigenta 3 masih bisa bersama-sama.

“Ketika masyarakat sudah bersama, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, berat sama dipikul, ringan sama di jinjing, artinya mereka selaku warga masyarakat sunda merealisasikan falsafah bengkung ngariung bongkok ngaronyok, silih asah, silih asih, silih asuh,”ujarnya.

Acara yang digelar Minggu sore (08/09/2019). dikala senja yang anggun memancarkan sinarnya, disambut baik oleh seluruh warga masyarakat sekitar. Nampak keceriaan diwajah mereka yang andil disana.

Ujang (28) selaku warga mengaku bangga dan terharu dengan diselenggarakannya Mabaro ini. “Bangga terharu, wareg. Saling mengukuhkan warga masyarakat,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan oleh Heru (46) selaku tokoh masyarakat Leuwigenta 3, bahwa ini adalah momen yang ditunggu-tunggu. Semua masyarakat berkumpul di sepanjang jalan siap meramaikan acara Mabora. Mereka sangat antusias, dari mulai anak-anak hingga dewasa, tidak ada sekat, tidak ada garis pembeda satu sama lainnya.

“Dengan memperkuat jalinan kebersamaan, muda-mudi yang cerdas, aktif dan menjunjung tinggi solidaritas, sehingga terjalin saling dukung diantara semua kalangan masyarakat, insyaallah warisan karuhun ini akan terus terjaga dan lebih meriah lagi,” pungkas Heru. (OK)**