Gema Mitra – Kota Tasik

Bertempat di Ruang Cakap Alakadar, Jl. Benda telah dilaksanakan Peluncuran Buku Esai Bersama berjudul “Sumilangen” yang diterbitkan oleh Penerbit Seven Books Publisher, Minggu sore (27/10/2019).

Buku tersebut ditulis oleh semua anggota Komunitas Konde Sartika bertepatan dengan hari Jadinya yang ke-2 tahun sejak didirikan 2017 lalu. Acara tersebut dibawa oleh Febriyanti Tanjung sebagai pembawa acara, Mufidz At-Thoriq selaku Pemantik yang dimoderatori oleh Agus Salim.

Acara itu juga dimeriahkan oleh pembacaan puisi oleh Bode Riswandi, Edeng Syamsul Maarif, Tasik Berpuisi, Performance art oleh Sinta “Jojo” Vaira, Musik oleh Tuan Sendiri, Peran Puan, yang diakhiri dengan pemotongan tumpeng.

Salahsatu pembina Konde Sartika Inggri Dwi Rahesi menerangkan bahwa Konde Sartika adalah Komunitas yang memberdayakan dan merangkul kalangan perempuan untuk tetap mempunyai potensi lewat proses, prestasi, tentu di bidang-bidangnya masing-masing yang saling mendukung tanpa membedakan.

“Di komunitas kami mengajak semua perempuan untuk sadar, bahwa sesama perempuan harus saling merangkul, Emansipasi, dimulai dari saling rangkul-merangkul. Dalam bentuk apapun itu karena potensi setiap perempuan itu berbeda-beda, contohnya ada yang berkecimpung di dunia penulisan, pembacaan, dan di wilayah apapun, dan kita saling merangkul antar sesama perempuan.” Tutur Inggri.

Inggri menambahkan bahwa Sumilangen berasal dari kegelisahan, Sumilangen sendiri berasal dari nyeri pada haid, tetapi  judul tersebut sebagai gaya bahasa dan menjadi entry point untuk judul, karena Konde Sartika melihat bagaimana peristiwa khususnya perempuan saat ini yang miris dan saling menjatuhkan, hingga rasa sakit yang berada dalam kepala itu dituangkan ke dalam tulisan.

Inggri berharap agar Konde Sartika tetap maju terus dan menjadikan Konde Sartika sebagai rumah bagi para perempuan memberdayakan potensi di bidangnya masing-masing.

“Saya berharap untuk Konde Sartika tetap terus maju dan menjadikan Konde Sartika sebagai Rumah bagi para perempuan untuk memberdayakan potensi mereka untuk bersinergi,” ujarnya.

Sementara itu Penyair Bode Riswandi menanggapi kehadiran Konde Sartika di Kota Tasikmalaya, Bode mengatakan bahwa momen tersebut merupakan momen yang menarik, dikarenakan komunitas tersebut dikelola oleh kalangan generasi Z/ muda.

“Jadi ini sebuah fenomena yang bukan baru sebetulnya, karena sejak lama gerakan-gerakan perempuan yang menjalani kegiatan literasi, sosial, sudah ada. Hanya yang paling menarik itu, gerakan ini dikelola oleh generasi Z, dan ini yang paling penting terutama mereka berkumpul dalam satu komunitas Konde Sartika yang mengangkat potensi-potensi perempuan, ada tularan argumentasi, sehingga mereka menularkan telurnya,” ungkap Bode.

Buku Esai “Sumilangen” terdapat 20 Penulis Perempuan yang diterbitkan oleh penerbit Seven Books Publisher, yang termaktub dalam buku tersebut. Nama penulisnya yaitu : Syifana Ayu Maulida, Muliani Maulidiyah, Herawati Riyadi, Denarisa Eka Riyani, Widia Nurjayanti Putri, Hani Hanifah, Vanka Vidya Karmani, Mutiara Fauziah Nur Awaliah, Veby Yunisa Agnia, Siti Alinta Maryam, Ginaya Keisya Rais, Krisna Chandra Dewi, Febriyanti Tanjung Rezki, Qiny Shonia Az Zahra, Lupy Agustina Dewy, Pelangi Istianeu Mahardika, Inggri Dwi Rahesi, Wanti Susilawati, Sinta Vaira, dan Angelia Enggarwati. Yang diberi Kata Pengantar oleh Sofie Dewayani & Inggri Dwi Rahesi.  (Sahaya Santayana)***