Gemamitra.com
Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Tasikmalaya dari Partai PPP Dapil 1, Arip Ripandi menyesalkan perusakan APK yang menimpa dirinya.

Menurutnya, seharusnya Pemilu itu menjadi perekat Persaudaraan. “Sungguh kami sangat menyesalkan perbuatan tersebut dengan mencoret/merusak/menghilangkan APK, siapapun ia, harusnya memiliki kesantunan”, ungkapnya.

Sementara Ketua Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kota Tasikmalaya Asep Rizal Asyari mengatakan seharusnya Pemilu itu dijadikan sarana untuk mempererat tali silahturahmi, bukan saling benci dan iri dengki.

“Gak usah saling hina, gak usah saling cela, satukan kebersamaan diantara perbedaan. Harusnya kita dengarkan program-program para Caleg dan Teamnya, tentang harapan yang diinginkan, sehingga program-program mereka dan masyarakat bisa bersinergi dan tentunya diperjuangkan oleh mereka”, ujarnya.

Asep menilai, kasus yang terjadi pada sahabatnya Arip Ripandi yang balihonya di rusak curat coret, itu menunjukan bahwa kita terkesan belum siap berbeda, terkesan menghasut. “Untuk itu, kami sepakat, bahwa kasus ini akan dilaporkan ke Bawaslu Kota Tasikmalaya dengan harapan mudah-mudahan ini menjadi pelajaran berharga untuk kita semua”, harapnya.

Asep juga berpesan, jadilah Caleg dan Pemilih yang cerdas, sehingga Pemilu bisa menghasilkan yang berkualitas dan didukung dengan penyelenggara Pemilu yang tegas.

“Arip Ripandi yang juga Sekum PGM, teruslah bergerak, perjuangan ini bukan hanya sekedar menjadi anggota dewan, jauh lebih dari itu apa yang kita perjuangkan untuk kepentingan masyarakat dan madrasah harus terus dikumandangkan, jangan pernah berhenti”, pungkasnya. (Kesit)