Gemamitra.com

Merebaknya wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah menyedot perhatian dan menjadi buah bibir diseluruh belahan dunia. Virus asal China ini telah menyebar begitu cepat dalam waktu yang singkat dan tidak pandang bulu. Tentu saja dengan adanya wabah ini telah membawa dampak yang sangat parah untuk semua negara.

Bagaimana tidak? adanya Covid-19 ini telah mampu mengganggu perekonomian dunia yang seolah dibuat lumpuh tidak berdaya. Sebagaimana yang telah dikutip dari pernyataan Direktur Eksekutif Institute For Development Of Economics And Finance (Indef) yang menyebutkan bahwa kerugian ekonomi global akibat Corona Virus Disease 2019 tidaklah ternilai. Bahkan lebih besar jika dibandingkan dengan dampak perang dagang Amerika Serikat dengan China.

Ini menjadi sebuah barometer tersendiri, manakala negara-negara besar dengan kekuatan super powernya merasakan dampak yang begitu hebat. Apalagi Indonesia? Ini harus menjadi tugas kita bersama, bagaimana membuat keadaan ini cepat pulih, dapat kembali dan melanjutkan kehidupan seperti sedia kala. Meski pada akhirnya pasti semua akan terlewati, namun tentu saja ini perlu disikapi dengan cepat dan tepat oleh kita Negara Indonesia sebagai negara berkembang.

Tidak terkecuali Kota Tasikmalaya yang saat ini, jika Menyimak perkembangan kasus orang yang terkena infeksi Corona Virus Disease 19 (Covid-19) di Kota Tasikmalaya, setiap harinya terus mengalami kenaikan. Kenaikan yang terbilang cepat membuat kekhawatiran tersendiri di kalangan masyarakat khususnya Kota Tasikmalaya.

Beberapa kebijakan dan langkah strategis yang sesuai dengan arahan dan anjuran dari pemerintah pusat untuk pencegahan dan memutus penyebaran serta memepercepat penanganan Covid-19 telah dilakukan oleh pemerintah Kota Tasikmalaya.

Sejalan dengan itu itu, Selasa, 14/04/2020 Forum Operator Sekolah Kecamatan Mangkubumi (Forsma) telah melaksanakan program sosial berbagi masker gratis yang dikhususkan untuk wilayah Kecamatan Mangkubumi. Dari program tersebut Forum Operator Sekolah Kecamatan Mangkubumi (Forsma) dapat mengumpulkan sebanyak 1100 masker beserta plastik kemasan dan 758 hand sanitizer. Penuturan panitia kepada Gema Mitra Sendiri, awal mula ide gagasan ini muncul Pertama, penyebaran Covid-19 yang setiap harinya semakin masif dan bergerak cepat, sehingga anggota Forsma ketika dbuka ruang musyawarah menyikapi situasi ini seolah tergerak hatinya untuk peduli terhadap sesama melalui berbagi masker gratis ini. Kedua, mendukung dan melaksanakan himbauan Walikota Tasikmalaya yang mewajibkan setiap orang memakai masker jika keluar rumah. Ketiga, adanya keinginan untuk mengedukasi masyarakat dalam rangka mengurangi, mencegah, memutus, dan mempercepat penanganan Covid-19.

Lanjutnya lagi, awal mulanya hanya melibatkan para anggota Forsma saja. Namun, seiring perjalannya dan banyaknya kajian dari para panitia maka kesimpulan akhirnya dibuka donasi keberbagai khalayak ramai dengan lintas profesi dalam waktu satu minggu. Para donatur tersebut berasal dari dalam maupun luar Kota Tasikmalaya. Diantaranya selain anggota Forum Forsma juga turut serta berpartisifasi dalam acara donasi ini adalah guru-guru dan kepala sekolah dari Kecamatan Mangkubumi, tenaga kesehatan, para pengusaha dan masyarakat umum.

Tehnis pembagiannya itu sendiri dibagi menjadi dua metode. Pertama yaitu secara langsung diberikan ke intansi Pemerintah yaitu UPTD Puskesmas Kecamatan Mangkubumi yang secara jelas sangat membutuhkan karena menjadi garda terdepan dalam menghadapi Covid-19. Puskesmas itu sendiri menerima bantuan sebanyak 750 paket masker dan hand sanitizer. Kedua pembagian kepada sektor informal diantaranya adalah pedagang keliling (kaki lima), tukang parkir dan tukang becak yang memiliki intensitas yang tinggi dalam berinteraksi dengan orang lain. Caranya “menjemput bola” atau tidak stay hanya di satu titik tetapi disebar di 10 titik di lingkungan wilayah Kecamatan Mangkubumi agar dapat lebih tepat sasaran. Pembagian itu sendiri sebanyak 350 paket.

Tanggapan dari UPTD Puskesmas Kecamatan Mangkubumi sendiri kepada Gema Mitra bahwa kegiatan ini sangat positif, menginspirasin dan mengedukasi.tambahnya lagi tenaga medis maupun masyarakat memang sangat membutuhkan partisipasi dari berbagai elemen untuk dapat bersama-sama mencegah maupun memutus penyebaran Covid-19. Kegiatan pembagian masker juga harus dapat mengedukasi terhadap masyarakat. Tidak setiap orang yang ditemui di jalan diberikan masker, apalagi orang-orang yang hanya nongkrong, tetapi harus mempunyai skala prioritas.Tentunya hal ini seolah gayung bersambut dan kabar berita yang membahagiakan karena sejalan dengan 3 visi misi Forsma dalam kegiatan berbagi masker gratis ini.

Adapun tanggapan dari sektor informal, sangat menyambut baik dan antusias. Anggapannya dengan adanya kegiatan sosial ini setidaknya aktifitas mereka yang mengharuskan keluar dari rumah dan sering berinteraksi dengan orang lain sangatlah membutuhkan masker dan hand sanitizer untuk melindungi diri dan orang lain.

Semoga program sosial Forsma berbagi masker ini dapat mengedukasi masyarakat untuk berperan serta mengurangi, mencegah, memutus, dan mempercepat penaggulangan Covid-19, yang dimulai dari menjaga diri sendiri dengan menjaga jarak, jangan berkumpul/berkerumun, mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer, wajib memakai masker jika keluar rumah, serta menjaga kebersihan dan kesehatan. Yakini bersama kita pasti bisa. Semoga***

Ibud/Deni Kurniawan