Gelar Diskusi Bersama KSP, Yayasan Insan Siliwangi Bangun Sinergitas Berdayakan Disabilitas

Tasikmalaya – GM | Diskusi Kebijakan Penanganan Disabilitas dan Peran Komunitas Dalam Pembangunan Kota Tasikmalaya Bersama Kantor Staf Presiden Deputi 2 dan Deputi 5, digelar di Yayasan Insan Siliwangi, Tasikmalaya pada Selasa 09 Januari 2024.

Acara dihadiri sejumlah komunitas dan keluarga disabilitas, para praktisi pendidikan dari beberapa perguruan tinggi di Tasikmalaya, juga stakeholder terkait.

Read More

Ketua Yayasan Insan Siliwangi, Guruh Prasetyo, ST., mengatakan bahwa giat yang digelarnya tersebut berawal dari pemikiran bersama tantang sinergitas di kalangan komunitas, kelembagaan juga pemerintah, kaitan dengan kebijakan penanganan disabilitas di Kota Tasikmalaya selama ini.

“Dengan terbangunnya sinergitas antara seluruh stakeholder terkait dapat mendorong terhadap penanganan disabilitas secara terarah, terukur dan terpadu,” ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Bidang Pembangunan Manusia Kedeputian II Kantor Staf Presiden, Usep Setiawan, S.Sos.,M.Si, mengungkapkan, diskusi kali ini berjalan sangat produktif dan dapat menggali persoalan disabilitas yang ada di Kota Tasikmalaya.

Selain itu, lanjut Usep, pertemuan tersebut juga mampu mengidentifikasi kebijakan yang harus disiapkan oleh pemerintah daerah, provinsi maupun pusat, agar dapat melindungi serta memberdayakan kaum disabilitas.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan mengkomunikasikan sejumlah gagasan yang muncul dalam diskusi tersebut agar dapat ditindaklanjuti oleh Kementerian dan juga lembaga terkait.

“Melalui kegiatan ini dengan munculnya banyak gagasan, kami akan langsung berkomunikasi dengan Kementerian juga lembaga terkait supaya setiap aspirasi bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.

Di tempat yang sama Sunarman Sukamto, Tenaga Ahli Kedeputian V Kantor Staf Presiden menambahkan, dari diskusi yang kita laksanakan hari ini, kita sepakat ingin menjadikan Kota Tasik jadi kota ramah disabilitas.

“Jadi kita harus merubah paradigma di masyarakat jangan belaskasihan terhadap disabilitas, tapi berdayakan potensinya supaya bisa berkiprah dan berperan sehingga mampu bersinergi dengan semua pihak,” pungkasnya. (Pakesit)***

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *